Iran Peringatkan: Serangan Israel Bisa Picu Perang Skala Penuh dengan AS

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 30 September 2025 | 06:53 WIB
IRAN
IRAN

SinPo.id -  Iran mengeluarkan peringatan keras pada Minggu 29 September 2025 bahwa satu serangan Israel saja berpotensi memicu perang besar yang juga melibatkan Amerika Serikat. Peringatan ini disampaikan oleh Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, mantan komandan Garda Revolusi Islam (IRGC), di tengah meningkatnya ketegangan regional pasca-konflik 12 hari pada Juni lalu.

“Begitu Israel memulai perang, kami juga akan memasuki perang dengan Amerika Serikat,” tegas Rezaei dalam siaran televisi pemerintah, menandakan kesiapan Teheran untuk menyerang tidak hanya Israel tetapi juga kepentingan Amerika di kawasan.

Pernyataan ini muncul setelah Dewan Keamanan PBB mengaktifkan kembali sanksi terhadap program nuklir Iran melalui mekanisme snapback. Sanksi tersebut mencakup embargo senjata, pembatasan pengayaan uranium, larangan uji coba rudal balistik, pembekuan aset, hingga larangan perjalanan bagi sejumlah pejabat Iran.

Israel Siaga Tinggi

Media Israel Ynet melaporkan, pemerintah Israel meningkatkan kewaspadaan setelah sanksi PBB diberlakukan kembali. Pejabat Israel khawatir tekanan baru ini justru mendorong Iran mempercepat aktivitas nuklirnya, yang bisa memicu serangan pendahuluan dari Tel Aviv.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa diplomasi dan tekanan ekonomi harus dilanjutkan.

“Kami tidak akan mentolerir upaya Iran membangun bom nuklir untuk menghancurkan negara saya maupun Amerika Serikat,” ujarnya.

Penolakan Diplomasi

Dalam pernyataannya, Rezaei menolak negosiasi yang dianggap menguntungkan Israel. “Negosiasi yang memberi waktu atau memperkuat Israel tidak dapat diterima. Jika kekuatan militer digunakan terhadap Iran, kami akan membalas, bukan hanya ke Israel, tetapi juga ke target Amerika di kawasan,” katanya.

Risiko Eskalasi

Peringatan Iran ini menambah kekhawatiran global akan pecahnya konflik baru di Timur Tengah, hanya beberapa bulan setelah perang singkat yang menewaskan ribuan orang. Keterlibatan langsung AS dalam menyerang fasilitas nuklir Iran awal tahun ini juga menandai kesediaan Washington untuk terlibat secara militer.

Dengan retorika yang semakin keras, diplomasi back-channel dan tekanan internasional kini menjadi satu-satunya jalur yang dapat menahan potensi konfrontasi berskala penuh. Namun, risiko salah perhitungan yang bisa memicu perang besar tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI