Pramono ke Pendatang: Silakan Ngadu Nasib di Jakarta Asal Punya Skill

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 31 Maret 2025 | 16:38 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Setkab)
Gubernur Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Setkab)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tak mempermasalahkan pendatang dari daerah lain untuk mengadu nasib di Jakarta. Apalagi, penambahan jumlah warga memang menjadi persoalan yang rutin dihadapi pemerintah provinsi (Pemprov) Jakarta setiap masa Lebaran.

"Jadi ini memang problem (masalah) yang pasti akan dihadapi Jakarta dalam kondisi yang seperti ini. Tanpa menutup mata kan beberapa daerah melakukan PHK dan sebagainya. Dan untuk itu Jakarta pasti mempersiapkan diri," kata Pramono Anung usai menghadiri halalbihalal di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Jakarta, Senin, 31 Maret 2025.

Pramono dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tak akan melakukan operasi justicia. Namun, dia mengingatkan agar siapapun yang datang ke Jakarta harus memiliki identitas.

"Saya dan Bang Doel, kami sudah berdiskusi, kita tidak melakukan operasi justicia ya. Yang kita lakukan adalah lebih kepada kemanusiaan, siapapun yang datang ke Jakarta harus ada identitasnya. (Dinas) Dukcapil akan mengecek itu, administrasinya dicek," ujarnya.

Meski mempersilakan siapapun untuk mencari kerja di Jakarta, Pramono menekankan para pendatang harus memiliki keahlian (skill). Dia menekankan ulang juga soal identitas.

"Kalau dia mau mencari kerja di Jakarta silakan. Asal dia mau ada pelatihan dan asal juga yang paling penting dia punya identitas. Kalau enggak punya identitas, enggak," ujarnya.

Hadir sejumlah kader PDIP di kediaman Megawati untuk melakukan halalbihalal Idulfitri 1446 Hijriah. Mereka antara lain Bambang Pacul, Ahmad Basarah, Utut Adianto, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Yasonna Laoly, Samuel Wattimena, Ronny Talapessy, dan Trimedya Panjaitan.

Lalu, Todung Mulya Lubis, Maqdir Ismail, dan TB Hasanuddin. Ada juga Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

BERITALAINNYA