Travel Gelap Sulit Dideteksi, Pemudik Diimbau Utamakan Aspek Keselamatan

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 21 Maret 2025 | 22:46 WIB
Menhub Dudy saat meresmikan Posko Pusat Angkutan Lebaran 2025. (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)
Menhub Dudy saat meresmikan Posko Pusat Angkutan Lebaran 2025. (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)

SinPo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengakui sedikit kesulitan untuk mendeteksi pergerakan transportasi travel-travel gelap yang marak beroperasi saat periode mudik Lebaran.

"Memang travel gelap itu, itu saya bilang adalah inovasi, walaupun sebenarnya tidak boleh. Kami susah juga untuk memonitor, mendeteksi itu. Karena mereka beroperasinya jauh ke dalam," kata Dudy dalam konferensi pers, Jumat, 21 Maret 2025. 

Menurut Dudy, travel gelap itu beroperasi secara senyap yang langsung menyasar para calon konsumen. Hal inilah yang membuat Kemenhub sulit mendeteksi pergerakan mereka. 

"Maksudnya jauh ke dalam itu langsung kepada para pengguna. Terkadang itu dari rumah ke rumah. Bahkan kadang-kadang dari rumah ke rumah," kata 

Namun, Dudy mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan penggunaan travel ilegal tersebut. Karena, travel ilegal itu tidak memberi jaminan keselamatan, asuransi, sebagaimana ditawarkan oleh jasa travel yang resmi dan terdaftar.

Bagi Budi, pencegahan kecelakaan lalu lintas merupakan langkah penting terkait keselamatan pengendara, mengingat mobilisasi dengan kendaraan bermotor akan jauh meningkat dan padat saat periode mudik Lebaran 2025.

"Risiko terjadinya kecelakaan semakin besar apabila para pemudik menggunakan angkutan-angkutan travel tersebut. Dan jaminan terhadap asuransi juga tidak ada," tukasnya.