HIPMI Nilai Langkah UI Minta Bahlil Revisi Disertasi Tepat

SinPo.id - Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira mendukung penuh keputusan civitas Universitas Indonesia (UI) yang meminta Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia memperbaiki atau merevisi disertasinya yang berjudul "Kebijakan, Kelembagaan dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia". Karena, revisi merupakan hal wajar dalam sebuah karya ilmiah.
"Keputusan UI untuk meminta revisi disertasi sesuai dengan ketentuan akademik merupakan langkah yang menunjukkan komitmen institusi dalam menjaga integritas dan standar ilmiah, tanpa terpengaruh oleh tekanan politik," ujar Anggawira di Jakarta, Sabtu, 8 Maret 2025.
Angga menilai, setiap karya ilmiah memang harus melalui tahapan yang telah ditetapkan sesuai standar dan kaidah berlaku. Begitupun keputusan UI meminta Bahlil untuk melakukan penyempurnaan atas disertasinya.
"Terbukti Bahlil telah melalui tahapan sesuai standar. Proses revisi atau penyempurnaan merupakan bagian integral dari upaya mencapai kualitas ilmiah yang optimal," jelasnya.
Anggawira menganggap, langkah ini bukan hanya menguatkan reputasi UI sebagai lembaga pendidikan tinggi yang objektif, tetapi juga menjadi contoh bagi semua institusi pendidikan di Indonesia untuk tetap berpegang pada prinsip keilmuan.
Menurutnya, penegakan disiplin akademik seperti ini sangat penting dalam membangun iklim pendidikan yang bebas dari intervensi politik, sehingga mendukung terciptanya inovasi dan daya saing bangsa.
"Dukungan kami sebagai HIPMI hadir untuk mendorong terciptanya lingkungan akademik yang transparan, adil, dan berkualitas, sebagai fondasi bagi pengembangan sumber daya manusia yang kompeten," kata Anggawira.
Lebih lanjut, HIPMI berharap agar komitmen tersebut dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia.
"Sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menghadapi dinamika nasional," tukasnya.
Sebelumnya, UI memutuskan memberikan revisi disertasi untuk gelar Doktor Bahlil Lahadalia di Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG).
Keputusan itu merupakan bagian pembinaan yang telah diputuskan berdasarkan hasil rapat koordinasi dari sidang dugaan pelanggaran etik oleh empat organ di UI, yakni Dewan Guru Besar UI (DGB), Senat Mahasiswa, Majelis Wali Amanat (MWA), dan Rektor UI.
"Di pertemuan terbatas empat organ ini memutuskan untuk melakukan pembinaan kepada promotor, co-promotor, direktur, kepala program studi, dan mahasiswa (Bahlil) yang terkait sesuai dengan tingkat pelanggaran akademik dan etik yang dilakukan secara proporsional dan objektif,” kata Rektor UI, Heri Hermansyah, dalam konferensi pers di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta Pusat, Jumat kemarin.
Heri menyampaikan, keputusan tersebut sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan dan bersifat individual. Ada surat keputusan yang akan diberikan kepada masing-masing pihak yang melanggar, termasuk Bahlil.
Keputusan empat organ soal pelanggaran akademik yang dilakukan oleh Bahlil dan pihak internal UI, juga telah melewati proses yang transparan dan kolegial dengan tetap mengedepankan validasi data yang akurat dan prinsip keadilan akademik.
Heri juga meminta semua pihak yang terlibat, termasuk Bahlil, untuk meminta maaf kepada civitas akademika UI dan meningkatkan kualitas disertasi serta publikasi ilmiah.
"Ini menjadi solusi yang akhir. Selesai ya, sehingga tinggal menjalankan apa yang sudah diputuskan untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik, bijaksana, dan kontroversi ke depannya," kata Heri.
PERISTIWA 18 hours ago
PERISTIWA 2 days ago
OLAHRAGA 6 hours ago
POLITIK 2 days ago
PERISTIWA 2 days ago
HUKUM 1 day ago
PERISTIWA 1 day ago
EKBIS 1 day ago