Perbaiki Tata Kelola Bisnis dan Operasional, Pertamina Bentuk Crisis Center

SinPo.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, pihaknya telah membentuk layanan pengaduan masyarakat atau crisis center, sebagai komitmen memperbaiki keseluruhan tata kelola bisnis perusahaan.
Pembentukan crisis center ini menyusul pengungkapan kasus korupsi minyak mentah, yang diduga merugikan negara sebesar Rp193,7 triliun. Dari kaus itu juga merebak isu pengoplosan Pertamax yang telah menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
"Kami telah membentuk Tim Crisis Center untuk mengevaluasi keseluruhan proses bisnis, terutama dari aspek operasional. Kami terus berkomitmen untuk melakukan dan memperbaiki agar supaya tata kelola Pertamina jauh lebih baik," kata Simon dalam konferensi pers, Senin, 3 Maret 2025.
Selain pembentukan crisis center, Simon membuka diri terhadap aduan masyarakat mengenai penyelewengan BBM. Dia meminta masyarakat melaporkan secara langsung dugaan-dugaan kecurangan di SPBU Pertamina, melalui call center 135, atau ke nomor pribadinya.
"Saya juga memberikan nomor khusus saya yaitu nomor 0814-1708-1945. Saat ini bisa untuk menerima SMS, nanti akan segera didaftarkan untuk menggunakan aplikasi WhatsApp," kata Simon.
Ia berharap, ketika ada temuan kejanggalan atau situasi yang tidak sesuai, baik mengenai kualitas BBM ataupun praktik yang melenceng, masyarakat dapat menghubungi nomor tersebut untuk ditindaklanjuti oleh Pertamina.
Simon memastikan, akan berada di garis terdepan untuk memperbaiki agar Pertamina tetap menjadi kepercayaan masyarakat Indonesia. Sebab, Pertamina bukan hanya aset bangsa, melainkan urat nadi yang mendukung hajat hidup rakyat.
Terlebih, selama 67 tahun berdiri, Pertamina memberikan layanan energi bagi Indonesia dan akan terus berkomitmen untuk memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat.
Adapun terkait kualitas produk BBM di SPBU, Simon mengatakan, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) telah melakukan uji sampel. Dari 75 sampel BBM yang diuji, hasilnya telah memenuhi standar spesifikasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Setelah melalui uji lab, hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas BBM Pertamina telah sesuai dengan standar spesifikasi yang dikeluarkan, yang disyaratkan oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM," kata Simon.
Dia merincikan jenis bensin yang diuji, yaitu RON 90 setara Pertalite, RON 92 setara Pertamax, RON 95 setara Pertamax Green, dan RON 98 setara Pertamax Turbo. Sampel tersebut diambil dari Terminal BBM Pertamina Plumpang hingga 33 SPBU di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan.
"Hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas BBM Pertamina telah sesuai dengan standar spesifikasi yang disyaratkan oleh Ditjen Migas," tutur Simon.
Nantinya, lanjut Simon, Pertamina akan melakukan uji coba sampel BBM di SPBU yang ada di Indonesia.
"Ini tentunya mendorong kami untuk terus melakukan pendampingan ataupun melakukan uji coba di seluruh SPBU Pertamina yang berada di seluruh wilayah Nusantara," tukas Simon.
PERISTIWA 1 day ago
PERISTIWA 2 days ago
PERISTIWA 20 hours ago
POLITIK 1 day ago
PERISTIWA 1 day ago
PERISTIWA 2 days ago
HUKUM 19 hours ago