Legislator: Bulan Ramadan Jadi Bulan UMKM dan Ekraf

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 02 Maret 2025 | 15:10 WIB
Ilustrasi UMKM (SinPo.id/Beritajakarta)
Ilustrasi UMKM (SinPo.id/Beritajakarta)

SinPo.id - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyebut bulan Ramadan sebagai bulan bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk meningkatkan produktivitas dan mengupayakan lahirnya produk-produk baru yang lebih bagus dan kreatif. 

"Para pebisnis UMKM dan ekraf selalu mengandalkan bulan Ramadan. Di bulan ini, mereka selalu berharap dapat keuntungan lebih dibandingkan dengan bulan lainnya. Itu sejalan dengan meningkatnya minat dan keinginan belanja masyarakat," kata Saleh dalam ketefangan persnya, Minggu 2 Maret 2025.

Dengan demikian, ia berharap pemerintah dapat membantu pebisnis UMKM dan ekraf dalam menjual produknya. Salah satunya dengan membuka pasar-pasar bagi UMKM dan ekraf, seperti mendirikan bazar di tempat strategis.

"Kalau ada bazar itu kan bagus. Di sana dijual berbagai kebutuhan. Tentu lebih khusus produk keperluan Ramadan. Katakanlah, misalnya seperti, makanan, minuman, pakaian, kain, alat shalat, kurma, mainan, oleh-oleh Ramadan, dan produk-produk lainnya," tuturnya.

Pasalnya, masyarakat senang adanya bazar, karena memudahkan mereka untuk belanja sekaligus 'ngabuburit'. Kompetisi dagang yang sehat akan berkembang, uang akan beredar di masyarakat, dan perekonomian di daerah-daerah bisa membai.

"Bayangkan kalau seluruh Kabupaten/Kota memiliki tempat bazar dan pasar murah seperti itu. Dipastikan akan diminati dan senangi. Yang penting, pemerintah harus rela memfasilitasi. Para satpol PP dan aparat keamanan tentu diminta berpartisipasi untuk menjaga keamanan di tempat-tempat tersebut," jelasnya.

"Kalau tidak difasilitasi, tetap saja mereka berjualan. Tetapi kadang kurang rapi dan kurang tertib. Sering sekali di pinggir jalan dan pertokoan. Menimbulkan kemacetan yang sangat mengganggu," kata Saleh menambahkan.