Legislator Puji Kinerja Pemerintahan Prabowo Berhasil Bongkar Korupsi Pertamina

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 02 Maret 2025 | 12:51 WIB
Tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah (Sinpo.id/Kejagung)
Tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah (Sinpo.id/Kejagung)

SinPo.id - Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani, memuji kinerja pemerintahan Prabowo karena berhasil membongkar praktik korupsi di Pertamina yang terjadi pada rentang 2018-2023 yang telah merugikan keuangan negara hingga nyaris menyentuh Rp200 triliun.

"Terungkapnya kasus ini di era pemerintahan Prabowo adalah bukti keseriusannya dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, berani, dan tidak mengenal kompromi terhadap tindakan yang merugikan keuangan negara," kata Meitri dalam keterangan persnya, Minggu, 2 Maret 2025.

"Untuk itu, proses hukum yang berjalan harus mampu memberikan efek jera bagi para pelaku yang terlibat dan peringatan bagi yang lain,” imbuhnya.

Ia mengatakan kasus korupsi di Pertamina yang telah merusak sistem bisnis Pertamina dan berakibat pada kerugian negara tersebut merupakan akibat dari rapuhnya manajemen perusahaan dan lemahnya pengawasan.

Menurutnya, lemahnya pengawasan secara tidak langsung berkontribusi terhadap moral hazard yang menjangkiti sejumlah oknum petinggi perseroan. Moral hazard pada akhirnya menciptakan lingkungan, di mana mereka merasa aman untuk melakukan tindakan tidak etis atau ilegal.

“Mekanisme kontrol dan pengawasan internal dan eksternal yang tidak berjalan dengan optimal membuat mereka yang memiliki niat tidak baik bisa dengan mudah melakukan manipulasi data, mengatur tender, dan terpengaruh oleh bujuk rayu oknum di luar perusahaan," ungkapnya.

"Untuk itu, sistem pengawasan perlu dibenahi agar lebih kuat, pengambilan keputusan penting di perseroan harus berbasis transparansi dan akuntabiltas, serta penerapan sanksi berat oleh perusahaan harus dilakukan agar menimbulkan efek jera sekaligus pembelajaran bagi yang lain,” kata Meitri menambahkan.

Selain itu, Meitri mengingatkan Pertamina untuk lebih hati-hati dalam menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Ia meminta perseroan untuk meninjau kembali sejumlah kontrak kerja sama dengan pihak swasta untuk memastikan bisnis yang berjalan sesuai dengan peraturan.

"Langkah ini bukan untuk mempersulit, tetapi guna memastikan bahwa setiap mitra bisnis memiliki komitmen dan keseriusan dalam menjalankan tata kelola yang baik dan bekerja sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Ia juga menekankan terbongkarnya skandal korupsi ini harus menjadi momentum penting bagi Pertamina dan anak perusahaan lainnya untuk melakukan reformasi tata kelola niaga, dan perbaikan untuk mengembalikan ruh arah pengelolaan kekayaan alam negara yang sejalan dengan mandat konstitusi

“Reformasi ini bukan sekadar perbaikan internal. Lebih jauh, yaitu sebagai upaya memastikan pengelolaan sumber daya energi nasional berjalan dengan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan amanat konstitusi sehingga manfaatnya dapat dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," tandasnya.