Parlemen Rusia Ajak DPR RI Gabung BRICS Parliamentary Forum

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 27 Februari 2025 | 13:51 WIB
Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI bertemu Komisi Luar Negeri Dewan Federal Federasi Rusia di Moskow, Russia. (SinPo.id/Tim Media)
Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI bertemu Komisi Luar Negeri Dewan Federal Federasi Rusia di Moskow, Russia. (SinPo.id/Tim Media)

SinPo.id - Parlemen Rusia mengajak DPR RI bergabung dalam perkumpulan Parlemen BRICS atau BRICS+ Parliamentary Forum seiring dengan bergabungnya Indonesia ke kelompok informal BRICS belum lama ini, sekaligus memperingati 75 tahun Indonesia-Rusia.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Komisi Luar Negeri Dewan Federal Federasi Rusia saat menerima jajaran Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Moskow, Russia.

"Dewan Federasi menyambut baik kehadiran Indonesia dalam berbagai forum dialog baik di ASEAN dan sekarang dalam format BRICS," kata Ketua Komisi Luar Negeri Dewan Federal Federasi Rusia, Senator Grigory Karasin, dikutip Kamis 27 Februari 2025.

"Saya mengucapkan selamat 75 tahun Indonesia-Russia. Kami menganggap Indonesia sebagai mitra bersahabat dengan kerja sama yang baik," imbuhnya.

Ia juga mengatakan, hubungan kedua negara baik dalam konteks bilateral dan dalam kerangka BRICS akan mendorong pertumbuhan kawasan Global South dan Global East dengan lebih baik dan membantu perwujudan dunia yang lebih adil dalam realita yang multipolar saat ini.

"Kami juga menunggu kehadiran Presiden Prabowo ke Rusia baik pada Mei nanti untuk acara peringatan Kemenangan Perang Dunia ke-II dan Juli untuk hadir dalam St Petersburg Economic Forum," harap Grigory.

Selain ajakan BRICS Parliamentary Forum, Dewan Federasi juga mengusulkan pembentukan grup geopolitik baru di Inter-Parliamentary Union (IPU), yang menjadi organisasi parlemen global.

Grup geopolitik yang akan disebut BRICS+ itu bersifat terbuka bagi parlemen yang menjadi anggota blok BRICS atau pun bagi yang akan bergabung ke blok BRICS.

Tak hanya itu, Dewan Federasi juga mengharapkan peningkatan kerja sama Indonesia-Rusia ke depan dan menggarisbawahi segera rampungnya negosiasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia - Eurasian Economic Union (EAEU).