HIPMI Harap Danantara Tak Diintervensi Politik dan Kepentingan Bisnis Tertentu

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 22 Februari 2025 | 20:48 WIB
Sekretaris Jenderal HIPMI Anggawira (SinPo.id/ Dok. Hipmi)
Sekretaris Jenderal HIPMI Anggawira (SinPo.id/ Dok. Hipmi)

SinPo.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyambut baik pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Karena, Danantara dapat menjadi instrumen penting dalam pengelolaan aset negara secara profesional dan transparan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira berharap, Danantara  dikelola secara independen, tanpa intervensi politik maupun kepentingan bisnis tertentu.

"Pengurus Danantara harus bebas dari intervensi politik maupun kepentingan bisnis tertentu. Independensi ini penting untuk memastikan bahwa keputusan investasi dan pengelolaan aset dilakukan semata-mata untuk kepentingan nasional,tentu kita tidak ingin kejadian seperti 1MDB di malaysia atau Jiwasraya terjadi kembali," ujar Angga dalam keterangannya, Sabtu, 22 Februari 2025. 

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) ini menekankan bahwa pengelolaan dana investasi negara harus dilakukan dengan tingkat transparansi dan akuntabilitas yang tinggi agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang. 

"Tanpa mekanisme pengawasan yang ketat, ada risiko besar yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Kita butuh sistem yang jelas dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga,untuk itu perlu ada keterlibatan publik yang jelas," tegasnya.

Terkait dengan pengalaman dan kompetensi, Angga menyatakan bahwa pengelolaan aset dalam skala besar seperti ini, memerlukan pengurus yang memiliki keahlian luas di bidang investasi dan manajemen aset. 

"Mengelola aset sebesar ini bukan hal yang mudah. Kita butuh orang-orang yang sudah terbukti mampu di tingkat internasional agar Danantara dapat bersaing secara global dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kepemimpinan Danantara harus dipegang oleh individu yang memiliki rekam jejak bersih dan profesionalisme tinggi. "Kita ingin melihat pengurus yang memiliki rekam jejak kuat, tidak memiliki konflik kepentingan, dan benar-benar mendedikasikan diri untuk kepentingan nasional. Jangan sampai ada kepentingan pribadi yang bermain dalam badan ini," tambahnya.

Menurut Anggawira, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ekonomi global juga menjadi faktor kunci. "Ekonomi dunia terus berubah, dan kita harus siap menghadapi berbagai tantangan serta memanfaatkan peluang yang ada. Danantara harus dikelola dengan fleksibilitas dan inovasi agar tetap relevan dalam berbagai kondisi ekonomi," ungkapnya.

Ia berharap, dengan memperhatikan aspek independensi, transparansi, serta pemilihan pengurus yang tepat, Danantara dapat menjadi badan pengelola investasi yang benar-benar berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.