Berkat MBG, Luhut Prediksi Perputaran Uang Tiap Desa Tembus Rp8 Miliar

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 20 Februari 2025 | 16:10 WIB
Ilustrasi menu program makan bergizi gratis (SinPo.id/ Tio Pirnando)
Ilustrasi menu program makan bergizi gratis (SinPo.id/ Tio Pirnando)

SinPo.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan, berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG) perputaran uang di tingkat desa, diperkirakan mencapai Rp8 per tahun. Hal ini akan berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi. 

"Saya hanya ingin mengingatkan Anda bahwa kita punya program Dana Desa. Kita punya Rp1,1 miliar per desa setiap tahun. Akan tetapi, sekarang dengan program MBG, kita bisa naik menjadi Rp6 miliar sampai Rp8 miliar per desa," kata Luhut dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2025, Kamis, 20 Februari 2025. 

Selain aktivitas ekonomi, menurut Luhut, program MBG juga berkontribusi terhadap penciptaan kesetaraan sosial. Sebab itu, ia berharap program MBG dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Menurut Luhut, lembaga nirlaba asing asal Amerika Serikat (AS) Rockefeller Foundation pun tertarik untuk terlibat dalam program MBG. Rockefeller Foundation bahkan memuji program MBG yang disebut hampir serupa dengan yang dilakukan di 130 negara.

"Saya sangat optimis karena Rockefeller Foundation memberi tahu saya tadi malam bahwa program serupa telah dilakukan di 130 negara. Mereka sangat antusias mendukung kami," tutur Luhut. 

Pemerintah, lanjut Luhut, akan segera mendiskusikan detail kerja sama dengan Rockefeller tersebut, termasuk mengenai teknis pembangunan ekosistem untuk program MBG. 

"Dengan mencakup 74 ribu desa, kami bisa belajar dari pengalaman di Korea Selatan, India, dan negara lainnya. Ini sangat mendorong kami, karena program ini bisa membantu menciptakan kesetaraan, mengatasi masalah stunting, kemiskinan, dan masih banyak hal lain yang dapat kita lakukan," kata Luhut.

Lebih lanjut, mantan Menko Marves ini menerangkan, masalah pada program MBG bukanlah soal pendanaan. Pasalnya, APBN Indonesia memiliki anggaran yang cukup untuk program MBG. 

"Pendanaan bukanlah masalah, karena anggaran negara kita mencukupi. Kami telah membahas program ini, karena yang dibutuhkan saat ini adalah pengelolaannya," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI