HUT GERINDRA

Potensi Masuk Kabinet Prabowo, Nasdem: Kita Ini Teman tapi Mesra

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 14 Februari 2025 | 16:46 WIB
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya (SinPo.id/ Tio Pirnando)
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya (SinPo.id/ Tio Pirnando)

SinPo.id - Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan, hubungan partainya sangat baik dengan Presiden Prabowo Subianto, meskipun posisi saat ini berada di luar kabinet merah putih. Bahkan, Willy mengistilahkan teman tapi (TTM) terkait hubungan Nasdem dan Prabowo. 

Hal itu disampaikan Willy merespons sinyal reshuffle kabinet merah putih pemerintah Presiden Prabowo Subianto. 

"NasDem kadang-kadang yang mesra itu justru yang begini-begini. TTM ini kan, teman tapi mesra. Ya, Nasdem begini aja," kata Willy di Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 14 Februari 2025. 

Ketua Komisi XIII DPR RI ini menerangkan, sebagai teman, bahu Surya Paloh nyaman untuk disenderi oleh Prabowo. Namun, dia tidak menguraikan maksud  dari ungkapannya tersebut.

"Bahunya Surya Paloh nyaman untuk bersender ya. NasDem teman tapi mesra aja lah sejauh ini," kata dia. 

Willy lantas mengingatkan pesan Surya Paloh supaya harus terus saling mendukung, bergandeng tangan, di tengah ketidakpastian global. NasDem juga mendukung agar kebijakan-kebijakan Presiden Prabowo yang pro rakyat dapat dieksekuai dengan lancar dan baik. 

"Pak Surya pesan kepada, kami dari cangkir ke bibir itu dinamikanya tinggi sekali. Tapi setidak-tidaknya komitmen bagaimana pemerintah Pak Prabowo-Gibran berani berhasil, itu kemudian kita harus lihat," kata Willy. 

Menurut Willy, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk saling bergandengan menjaga stabilitas politik, dan menghadapi tantangan global. 

"It's time untuk cancut taliwondo. Is time untuk bergandengan tangan bersama-sama. Karena apa? Kita berhadapan dengan resesi global," tukas Willy.

Sebelumnya, alam pidato puncak peringatan Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU), Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para menterinya dan kepala lembaga pemerintah akan diganti apabila tidak bekerja dengan baik. 

"Rakyat menuntut pemerintah yang bersih dan benar, yang bekerja dengan benar. Jadi, saya ingin tegakkan itu. Kepentingan hanya untuk bangsa, rakyat, tidak ada kepentingan lain, yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan," kata Prabowo. 

Prabowo memastikan tidak akan menoleransi pejabat negara yang main-main. "Kami tidak akan ragu-ragu bertindak. 100 hari pertama ya. Saya sudah beri istilahnya peringatan berkali-kali. Sekarang, siapa yang bandel. Siapa yang dableg, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini, dengan tuntutan rakyat, pemerintah yang bersih, itu saya akan tindak," tegasnya.

BERITALAINNYA