Polemik LGP 3 Kg, Idrus Duga Ada Pihak Ingin Mengadu Domba Golkar-Gerindra

Laporan: Juven Martua Sitompul
Sabtu, 08 Februari 2025 | 10:41 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (SinPo.id/Antara)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (SinPo.id/Antara)

SinPo.id - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menilai ada pihak yang ingin mengadu domba Partai Golkar dengan Partai Gerindra. Adu domba itu dilakukan melalui isu polemik penyaluran LPG 3 kilogram kepada masyarakat.

Idrus menekankan hubungan Golkar dengan Gerindra tetap harmonis dan solid. Menurut dia, upaya adu domba itu akan berakhir sia-sia.

"Apapun usaha mereka untuk mengadu domba, apalagi mau memecah antara Gerindra dengan Golkar, saya punya keyakinan, itu tidak mungkin dilakukan dan pasti orang itu kecewa," kata Idrus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, 8 Februari 2025.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang bertugas untuk mengatur subsidi LPG 3 kg agar lebih efisien.

Namun, kebijakan itu sempat menimbulkan polemik, hingga Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa kebijakan itu bukan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Idrus menekankan bahwa hubungan Bahlil dan Dasco tetap harmonis walaupun kebijakan terkait LPG 3 kg itu menuai sorotan publik. Kedua tokoh itu, kata dia, tetap memiliki hubungan yang cair dan produktif.

Selain itu, Idrus menyatakan Bahlil memiliki karakter kepemimpinan yang sesuai dengan kriteria Presiden Prabowo Subianto, yakni berani menghadapi persoalan dan bertanggung jawab atas kebijakan yang diambil.

Karena itu, kata dia, Bahlil bersikap tak cuci tangan dalam polemik LPG 3 kg. Bahlil bahkan langsung menemui rakyat dan pasang badan terhadap kebijakan yang diputuskan.

"Nah, ini juga ciri karakter yang sering disampaikan oleh Pak Prabowo, kan, begitu," katanya.

Terakhir, Idrus mengingatkan agar pihak-pihak yang ingin mengad domba untuk berhenti menggunakan cara-cara kotor itu. Golkar dipastikan tetap berada di pemerintahan untuk membantu program-program Presiden Prabowo.

Pemerintah saat ini tetap menginstruksikan agar LPG 3 kg bisa dijual di tingkat pengecer walaupun sebelumnya sempat dilarang.