Lemhannas Sedang Petakan Daerah Rawan Konflik di Pilkada Serentak 2024

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 10 Juli 2024 | 20:15 WIB
Plt Gubernur Lemhanas Eko Margiyono. (SinPo.id/Dok. Lemhannas)
Plt Gubernur Lemhanas Eko Margiyono. (SinPo.id/Dok. Lemhannas)

SinPo.id - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menyatakan sedang memetakan daerah yang rawan konflik atau gangguan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

"Terkait pilkada serentak yang akan dilaksanakan di bulan November nanti kami sudah memotret mana daerah-daerah yang rawan. Kami petakan," kata Plt Gubernur Lemhanas Eko Margiyono dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu, 10 Juli 2024.

Eko berujar, Lemhannas memiliki laboratorium pengukuran ketahanan nasional, untuk mengukur ketahanan di bidang pertahanan dan keamanan. Nantinya, kata dia, hasil dari pemetaan Lemhanas hanya dilaporkan kepada presiden dan wakil presiden. 

"Sekarang kita belum (serahkan ke Presiden dan Wakil Presiden). Karena ini kan kita masih belum selesai melakukan kajian-kajiannya dan pengukuran-nya, karena itu kan harus up to date, karena sebagai contoh nanti kita akan coba melihat timing yang pas kapan kita bisa ukur secara pasti," ungkap dia. 

Lebih lanjut, Eko mengungkapkan, dinamika di masing-masing daerah sangat dinamis. Tingkat kerawanan yang terjadi di suatu daerah hari ini, belum tentu sama pada keesokan hari.

Selain itu, pasangan calon yang berkompetisi hingga terpilih di masing-masing daerah juga akan mempengaruhi tingkat kerawanan.

"Oleh karena itu kita juga memotretnya harus secara komprehensif," tandasnya

Seperti diketahui, Pilkada serentak 2024 bakal diselenggarakan pada 27 November untuk 37 provinsi. Sedangkan pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan dibuka KPU pada 27-29 Agustus 2024 dan penetapan pasangan calon dilakukan per 22 September 2024. 

Adapun masa kampanye Pilkada 2024 berlangsung selama 60 hari, terhitung sejak 25 September sampai 23 November 2024, sebelum dimulainya masa tenang pada 24-26 November 2024.sinpo

Komentar: