Lima Poin Rekomendasi Fraksi Gerindra untuk Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 25 Juni 2024 | 15:37 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono (SinPo.id/dok.Gerindra)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono (SinPo.id/dok.Gerindra)

SinPo.id -  Fraksi Partai Gerindra DPR RI siap mendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mewujudkan swasembada pangan yang masuk dalam program prioritas pemerintahan baru.

Fraksi Gerindra pun telah menyiapkan lima poin guna membangun pondasi dasar dalam mewujudkan program prioritas tersebut. Rekomendasi ini dinilai penting agar perjalanan merealisasikan swasembada pangan itu bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Pertama, pengembangan kawasan perlu dijadikan dasar dalam mengembangkan komunitas-komunitas pertanian yang berdaya saing," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono, dalam Seminar Nasional Fraksi Gerindra bertajuk 'Strategi Mewujudkan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045' di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2024.

Poin kedua, kata Budi, salah satu perwujudan pembangunan yang tepat adalag memperhatikan pembangunan pertanian di wilayah-wilayah perbatasan. Dia menilai wilayah perbatasan dan pedesaan berpotensi menjadi lumbung pangan nasional.

Wilayah perbatasan dan pedesaan yang menjadi lumbung pangan nasional itu bahkan diyakini bisa menjadi penyangga kota-kota besar yang berpotensi menyumbang ekspor ke negara-negara tetangga.

Budi melanjutkan poin ketiga adalah pemerintah harus berani mempromosikan produk-produk pertanian dalam neger jika nantinya swasembada pangan itu terwujud. Tak kalah penting, pemerintah wajib mengendalikan impor-impor pangan yang 'menjajah' produk domestik.

"Ketiga, ketika swasembada ini sudah di depan mata maka kita harus berani mempromosikan produk-produk pertanian dalam negeri untuk masuk ke pasar-pasar ekspor dan juga yang paling penting adalah mengendalikan impor-impor pangan yang saat ini membanjir pasar depmestik," kata Budi.

Selanjutnya, poin keempat ialah Indonesia harus memiliki strategi jitu untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Terlebih, Indonesia memiliki pengalaman yang cukup matang dalam berswasembada pangan.

"Keempat, bahwa Indonesia pernah berswasembada pangan maka kita butuh sebuah strategi yang jitu untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan," kata Budi.

Poin terakhir adalah pemerintah harus benar-benar mengatur tata niaga pertanian di Tanah Air. Negara tidak boleh membiarkan ekonomi para petani kesulitan. "Kelima, ini yang sangat penting adalah mengatur tata niaga pertanian agar petani dari seluruh stakeholder pertanian lebih makmur dan sejahtera," tegas Budi.

Oleh karena itu, kata Budi, program yang menjadi prioritas pemerintahan yang akan datang ini perlu didukung banyak pihak, khususnya kader Gerindra di Parlemen. Apalagi, Indonesia telah mencanangkan diri menjadi salah satu negara lumbung pangan dunia.

"Hal ini tentu harus kita dukung bersama, karena Indonesia mempunyai pengalaman dan kerja yang berharga dalam pembangunan pangan dan pertanian," tegas dia.sinpo

Komentar: