Terseret Kasus Korupsi Tanah Rorotan, KPK Periksa Pengusaha Zahir Ali

Laporan: david
Kamis, 20 Juni 2024 | 18:02 WIB
Jubir KPK, Tessa Mahardhika (SinPo.id)
Jubir KPK, Tessa Mahardhika (SinPo.id)

SinPo.id - Pembalap sekaligus pengusaha properti, Zahir Ali terserat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara oleh BUMD Sarana Jaya.

Hal itu diketahui setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Zahir Ali sebagai saksi pada Rabu, 19 Juni 2024 kemarin.

"Benar bahwa ZA (Zahir Ali) diperiksa terkait dengan penyidikan yang dilakukan oleh KPK terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan di lokasi Rorotan, DKO Jakarta oleh BUMD SJ (Sarana Jaya)," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika dalam keterangannya pada Kamis 20 Juni 2024.

Zahir Ali merupakan anak dari pengusaha otomotif Ali Muhammad alias Ali Idung. Dia dicecar penyidik KPK terkait jabatan dan tugas pokoknya di perusahaan properti miliknya.

KPK menduga Zahir Ali dan perusahaannya itu memiliki keterkaitan dengan perkara ini. Namun, Tessa tidak menyebut nama perusahaan tersebut.

"Secara Garis besar pemeriksaan terkait dengan jabatan atau tupoksi di perusahaan yang bersangkutan," jelas Tessa.

KPK diketahui sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan lahan di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara oleh BUMD Sarana Jaya.

Lembaga antikorupsi telah melakukan pencegahan ke luar negeri selama enam bulan terhadap 10 orang yang terkait dengan perkara ini.

Berdasarkan informasi, Zahir Ali menjadi salah satu pihak yang dicegah ke luar negeri. Selain Zahir Ali, sembilan orang lainnya yang telah dicegah ke luar negeri, yakni MA (swasta), FA (wiraswasta), NK (swasta), dan DBA (manajer PT CIP dan PT KI).  Selain itu, terdapat nama PS (manajer PT CIP dan PT KI) JBT (notaris), SSG (advokat), LS (wiraswasta), dan M (wiraswasta).

Pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Rorotan ini merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, dan Pulogebang. Namun, KPK belum membeberkan identitas para pihak yang telah dijerat sebagai tersangka. sinpo

Komentar: