FERTILITAS DAN BAYI TABUNG

Smart Fertility Clinic Luncurkan Program IVF dengan Harga Terjangkau

Laporan: Tri Setyo Nugroho
Jumat, 14 Juni 2024 | 20:10 WIB
Konferensi pers Smart Fertility Clinic (SinPo.id/ Tri Setyo)
Konferensi pers Smart Fertility Clinic (SinPo.id/ Tri Setyo)

SinPo.id - Smart Fertility Clinic meluncurkan program "IVF For Everyone, Affordable price-High Success Rate”. Program tersebut memudahkan pasangan yang ingin melakukan program fertilitas dan bayi tabung (In Vitro Fertilization atau IVF) dengan harga terjangkau, dan dengan tingkat kesuksesan yang tinggi.

Director Business Development and Commercial Smart Fertility Clinic, Johannes Wibisono mengatakan, program tersebut merupakan bentuk apresiasi Smart Fertility Clinic yang sudah menginjak satu tahun. Hingga kini Smart Fertility Clinic telah memiliki jejaringan tiga Smarthub dan satu Smart Compact IVF.

“Smart Fertility Clinic berupaya memberikan pengalaman yang terbaik untuk moms and dads dalam 
menjalani program kehamilan tidak hanya dengan teknologi yang canggih. Tapi juga dengan pelayanan yang holistik tidak hanya terbatas pada bayi tabung semata, melainkan permasalahan fertilitas pada umumnya,” kata pria yang karib disapa Wibi dalam keterangannya, Jumat, 14 Juni 2024.

Manager Embryologis Smart Fertility Clinic, Verawaty Sinurat mengatakan, Smart Fertility Clinic berupaya untuk meningkatkan efektifitas dan aksesibilitas dengan teknologi yang dimiliki saat ini. Pasalnya, di Indonesia tidak semua klinik fertilitas memiliki teknologi Time Lapse.

"Selain itu kita juga memiliki IMSI yaitu teknik pemilihan sperma sehingga memaksimalkan perkembangan embrio dengan kualitas yang terbaik. Tingkat keberhasilan Smart Fertility Clinic dalam satu tahun terakhir ini pernah mencapai 70 persen, untuk itu moms and dads tidak perlu khawatir untuk melakukan program hamil di Indonesia karena saat ini teknologi dan tenaga ahli yang dimiliki Smart Fertility Clinic tidak kalah dengan klinik luar negeri," ujar Vera.

Kepala TRB Smart Fertility Clinic Evasari, dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp.OG(K)FER, MARS mengatakan, pihaknya telah menangani banyak kasus fertilitas selama setahun ini. Menurutnya, ada sejumlah sebab pasangan yang telah lama menikah namun belum dikaruniai anak, di antaranya endometriosis atau yang sedang marak yaitu PCOS (polycystic ovarian syndrome).

"Banyak hal yang dapat memicu infertilitas salah satunya pola gaya hidup masa kini. Untuk itu, pentingnya kesadaran mengenai infertilitas, termasuk kesehatan reproduksi agar kita bisa mengambil langkah-langkah yang tepat dalam memberikan solusi," kata Cepi.

Sementara itu, tokoh fertilitas dan bayi tabung Indonesia, Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG.FER, MPH, Int.Aff.RANZCOG, FICRM mengatakan, saat ini total jumlah anak yang dimiliki di Indonesia sepanjang usia reproduksinya di angka 2,14 dan angka kesuburan yang menjamin sebuah bangsa ada di angka 2,1.

"Jadi, Indonesia harus lebih berhati hati. Kalau kita melihat Jakarta, fertility rate kita di angka 1,75. Artinya perempuan di Jakarta itu hanya mempunyai satu orang anak," kata Founder dari Smart Fertility Clinic ini.

Dengan demikian, kata Budi, saat ini Indonesia mengalami population crisis sehingga menjadi masalah besar untuk Indonesia. Oleh karena itu layanan fertilitas sangat penting.

"Jadi kalau kita berbicara family planning, kita bukan berbicara kontrasepsi tetapi bagaimana membantu pasangan untuk punya anak. Makanya kita memakai nama 'Smart Fertility Clinic' kita mengedukasi perempuan-perempuan Indonesia untuk tidak takut memiliki anak," ujar dia.
 sinpo

Komentar: