Sentil Elite PDIP, Projo: Strategi Politik Usang Tak Efektif

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 04 Juni 2024 | 19:13 WIB
Bendum DPP Projo Panel Barus (SinPo.id/ Tangkapan layar Instagram)
Bendum DPP Projo Panel Barus (SinPo.id/ Tangkapan layar Instagram)

SinPo.id - Relawan Pro Jokowi (Projo) menyebut pernyataan-pernyataan yang menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) baik dalam perhelatan Pilpres atau Pilkada merupakan strategi politik usang.

Ini disampaikan Projo menanggapi sikap sejumlah elite PDI Perjuangan (PDIP) yang terus menerus menyerang Jokowi. Projo menyesalkan jika elite PDIP masih menggunakan cara-cara itu untuk mengambil hati rakyat dalam Pilkada 2024. Padahal, strategi usang itu terbukti tak efektif dalam Pilpres 2024.

"Publik melihat bagaimana mereka terus mendiskreditkan dan menyerang Pak Jokowi, cara itu tidak ampuh di Pilpres 2024, masak mau dipakai lagi sekarang," kata Bendahara Umum DPP Projo, Panel Barus, di Jakarta, Selasa, 4 Juni 2024.

Panel juga menyinggung soal 'rumus politik' yang pernah diungkap politikus senior PDIP Bambang Pacul, yakni 'jangan pernah menyerang orang baik'. Rupanya, kata dia, rumus ini tidak disadari sejumlah elite partai sehingga akhirnya kalah pada Pilpres 2024 dan perolehan suara menurun dalam Pileg 2024.

Panel mengaku tidak paham mengapa sejumlah elite itu masih menggunakan cara-cara yang tidak efektif tersebut untuk menghadapi Pilkada 2024.

"Kok, enggak kapok-kapok. Masak orang baik malah diserang terus. Publik tahu mana loyang, mana besi," ucapnya. 

Panel Barus menuturkan bahwa salah satu fungsi organisasi politik memang untuk meraih kekuasaan demi kemakmuran rakyat, terutama partai politik. Sehingga, tidak ada yang salah dengan kekuasaan asalkan untuk kepentingan rakyat.

"Heran saya, kok ada partai anti kekuasaan, lantas ngapain ikut pemilu, pilpres, dan pilkada? Kasihan kader dan anggota partai tersebut," katanya. 

Panel menekankan jika hasil Pilkada 2024 berada di tangan rakyat. Dia yakin cara-cara politik yang menyerang Jokowi tidak akan efektif memenangkan Pilkada 2024. "Saya yakin strategi itu akan gagal lagi," kata Panel.sinpo

Komentar: