Kompolnas Harap Casis Bintara Korban Begal Jadi Polisi Humanis

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 18 Mei 2024 | 17:50 WIB
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti (SinPo.id/ Humas Polri)
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti (SinPo.id/ Humas Polri)

SinPo.id - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memuji Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang akan memberikan penghargaan khusus untuk Satrio Mukhti, casis bintara Polri yang menjadi korban begal di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Komisioner Kompolnas Poengky Indarti berharap atas penghargaan itu, Satrio Mukhti nantinya menjadi polisi yang profesional dan humanis.

"Kami turut senang dan bersyukur atas perhatian dan rasa kemanusiaan Bapak Kapolri yang sangat luar biasa dengan memberikan penghargaan kepada Saudara Satrio untuk diterima masuk menjadi Bintara Polri kategori kelompok difabel," kata Poengky dalam keterangannya dikutip Sabtu, 18 Mei 2024.

Dia pun berharap Satrio dapat mengikuti jejak Jenderal Sigit, yakni menjadi polisi yang profesional dan humanis. "Kami berharap Saudara Satrio kelak dapat menjadi aparat kepolisian yang profesional dan humanis," ucapnya.

Lebih lanjut, Poengky mengaku prihatin dengan masih maraknya pembegalan di Jakarta hingga menimpa Satrio. Dia meminta pelaku pembegalan dapat diganjar hukuman maksimal.

"Kami sangat prihatin karena pembegalan masih marak di Jakarta, termasuk adanya kasus pembegalan terhadap Saudara Satrio. Kami menyambut baik para pelaku yang membegal Saudara Satrio sudah ditangkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan berharap para pelaku diproses pidana dengan ancaman hukuman maksimum," ujar Poengky. 

Poengky pun mendorong Polda Metro Jaya untuk lebih menggiatkan lagi patroli sehinngga dapat mencegah para begal beraksi. Selain itu, ia juga juga mendorong kerja sama antara Polri dan Pemprov DKI Jakarta memberantas begal di Jakarta.

"Tugas mengamankan Jakarta bukan semata-mata tugas Polri. Oleh karena itu kami mendorong kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah Ibu kota Jakarta dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan pencegahan kejahatan di Jakarta," jelas Poengky.

"Terutama di wilayah-wilayah rawan dengan cara memasang lebih banyak CCTV di jalan dan menyambungkan dengan command center Kepolisian setempat, memasang lampu-lampu penerangan, menggalakkan peran serta masyarakat dalam sistem pengamanan lingkungan, dan menghimbau masyarakat untuk memasang CCTV di rumah masing-masing," ujarnya. 

Seperti diketahui, nasib baik berpihak terhadap Satrio Mukti Raharjo (18), calon siswa (casis) Bintara Polri yang dibegal kawanan bersenjata tajam di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kini Satrio diberikan penghargaan khusus oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan diterima menjadi anggota Polri melalui kuota disabilitas. 

"Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada adik kita, Satrio Mukhti diterima sebagai anggota Polri," kata Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya pada Jumat, 17 Mei 2024. sinpo

Komentar: