LAHAR GUNUNG MARAPI

Cuaca Buruk, Heli Pemantau Lahar Gunung Marapi Gagal Terbang

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 15 Mei 2024 | 17:25 WIB
Ilustrasi helikopter BNPB (SinPo.id/dok. BNPB)
Ilustrasi helikopter BNPB (SinPo.id/dok. BNPB)

SinPo.id - Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, helikopter yang mengangkut tim gabungan pemantauan awan hujan dan material lahar, bebatuan endapan hulu sungai pada puncak-lereng Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar), gagal terbang, akibat cuaca buruk. 

"Karena heli harus mendarat darurat akibat cuaca buruk, maka terpaksa ditunda dan kegiatan ini akan disesuaikan dengan kondisi cuaca," kata Dwikorita kepada wartawan, Rabu, 15 Mei 2024.

Adapun tim gabungan tersebut terdiri dari BMKG, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), serta Kementerian PUPR. Helikopter tim diagendakan terbang dari Lapangan Kayu Kubu, Bukittinggi, Sumbar, Rabu, 15 Mei, pukul 10.20 WIB dengan tujuan memantau hulu sungai Gunung Marapi di Padang Panjang, Agam, dan Tanah Datar. Namun, penerbangan tersebut gagal imbas cuaca buruk. 

Menurut Dwikorita, penggunaan helikopter ini penting untuk mengetahui secara pasti keberadaan posisi sebaran sisa material lahar, bebatuan yang mengendap di hulu sungai lereng Gunung Marapi.

Karena, informasi yang diterima BMKG, saat ini masih banyak tumpukan material berupa pasir, batu kecil-besar di sisi barat, selatan, barat daya, dan utara Gunung Marapi. ​​​​​Saat bersamaan, awan hujan juga berada di wilayah yang sama, sehingga menguatkan potensi banjir lahar susulan terjadi.

Sedangkan alat yang menjadi andalan untuk pemantauan yaitu, seismik dan pesawat tanpa awak/drone milik Badan Geologi Kementerian ESDM dan Balai Wilayah Sungai V Kementerian PUPR di Sumbar, tidak bisa menjangkau bagian atas gunung yang berjarak tiga kilometer lebih dari hilir.

"Makanya, kami harus tahu sisi mana yang harus ditangani, supaya bila benar terjadi hujan deras dan mengakibatkan banjir lahar susulan maka tidak menimbulkan korban baru atau wilayah sebaran baru," katanya.sinpo

Komentar: