IMPOR INDONESIA

BPS Catat Impor Indonesia Turun 10,60 Persen pada April 2024

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 15 Mei 2024 | 16:44 WIB
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa  BPS, Pudji Ismartini (SinPo.id/Tangkapan layar YouTube BPS)
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa  BPS, Pudji Ismartini (SinPo.id/Tangkapan layar YouTube BPS)

SinPo.id - Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini menyampaikan, kinerja impor pada April 2024 tercatat mencapai USD 16,06 miliar atau turun 10,60 persen secara bulanan, jika dibandingkan bulan lalu yang mencapai USD 17,96 miliar.

"Pada April 2024 nilai impor mencapai USD 16,06 miliar atau turun 10,60 persen secara bulanan. Impor migas senilai USD 2,96 miliar atau turun 11,01 persen secara bulanan, sementara itu impor nonmigas senilai USD 13,10 miliar dan mengalami penurunan 10,51 persen secara bulanan," kata Pudji dalam konferensi pers, Rabu, 15 Mei 2024. 

Kendati demikian, Pudji menilai, impor April 2024 masih tercatat naik 4,62 persen, dengan angka migas dan nonmigas masing-masing naik 0,18 persen dan 5,68 persen.

Adapun kenaikan impor nonmigas karena didorong oleh peningkatan komoditas, diantaranya gula dan kembang gula atau HS 17. Kemudian, logam mulia dan perhiasan/permata atau HS 71 dan kendaraan dan bagiannya atau HS 87. 

Pudji melanjutkan, untuk seluruh kelompok penggunaan impor mengalami penurunan pada April 2024. Secara bulanan nilai impor barang konsumsi turun sebesar USD 443,1 juta atau 23,96 persen.

Bahan baku penolong turun sebesar USD 1.226,1 juta atau 9,28 persen dan barang modal USD 235,4 juta atau 8,10 persen. Untuk bahan baku penolong menyumbangkan setidaknya 74,61 persen dari total impor pada April 2024 ini.

Secara bulanan nilai impor seluruh jenis penggunaan mengalami penurunan dengan penurunan terbesar pada bahan baku penolong yang turun sebesar 9,28 persen dengan andil sebesar -6,82 persen. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh penurunan nilai impor mesin atau perlengkapannya atau HS 85.

"Kemudian secara tahunan nilai impor seluruh jenis penggunaan mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar terjadi pada kelompok barang modal yang meningkat 15,37 persen," tukasnya.sinpo

Komentar: