Israel dan Mesir Saling Menyalahkan Atas Penutupan Penyeberangan Rafah

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 15 Mei 2024 | 09:12 WIB
Warga Palestina yang mengungsi ke Rafah dekat perbatasan Mesir. (SinPo.id/Anadolu)
Warga Palestina yang mengungsi ke Rafah dekat perbatasan Mesir. (SinPo.id/Anadolu)

SinPo.id - Israel meminta Mesir untuk kembali membuka Penyeberangan Rafah dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza. Israel mengatakan, penyebrangan tersebut sangat penting untuk masuknya bantuan ke wilayah pesisir.

“Kunci untuk mencegah krisis kemanusiaan di Gaza kini ada di tangan teman-teman Mesir kita,” kata Menteri Luar Negeri Israel Katz dalam komentarnya yang diedarkan kepada wartawan. Dilansir dari CNA pada Rabu, 15 Mei 2024.

Katz mengatakan dia telah berbicara dengan rekan-rekannya dari Inggris dan Jerman tentang perlunya membujuk Mesir untuk membuka kembali penyeberangan Rafah, dan menambahkan bahwa dirinya juga akan berbicara dengan menteri luar negeri Italia.

Namun komentar tersebut mendapat kecaman dari Mesir. Pemerintah Kairo mengatakan, Israel tengah berupaya untuk mengalihkan kesalahan atas terhambatnya pengiriman bantuan yang masuk melalui penyebrangan Rafah.

Kementerian Luar Negeri Mesir, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Israel bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di Gaza dan sengaja mencegah bantuan masuk ke Gaza setelah mereka melakukan operasi militer di sekitar Rafah.

Pasalnya, Mesir secara konsisten tetap membuka penyebrangan selama konflik di Gaza berlangsung sejak 7 Oktober 2023 lalu. Terlebih Kairo telah menjadi salah satu mediator dalam perundingan gencatan senjata.

Sementara ditutupnya penyebrangan Rafah, karena Israel mengambil alih penyebrangan pada 7 Mei lalu dan memcegah semua bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, meski PBB telah memperingatkan bahwa Gaza berada di ambang kelaparan.sinpo

Komentar: