Saksi Ahli KPU Ungkap Alasan Bedanya Hasil CI dengan Tampilan di Web Sirekap

Laporan: Firdausi
Rabu, 03 April 2024 | 13:50 WIB
Ahli dari pihak KPU RI, Marsudi Wahyu Kisworo dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Gedung I Mahkamah Konstitusi RI. (SinPo.id/tangkapan layar)
Ahli dari pihak KPU RI, Marsudi Wahyu Kisworo dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Gedung I Mahkamah Konstitusi RI. (SinPo.id/tangkapan layar)

SinPo.id - Saksi Ahli yang dihadirkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Marsudi Wahyu Kisworo mengungkapkan fakta di balik berbedanya hasil C1 dengan tampilan di web Sirekap.

Menurutnya, sirekap itu terbagi dua jenis, yaitu Sirekap mobile dan Sirekap website.

Adapun Sirekap mobile bisa diakses oleh petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Di mana aplikasi ini diinstal langsung ke gawai petugas.

"Sebetulnya data itu masuk dari Sirekap mobile," kata Marsudi di persidangan di MK, Rabu, 3 April 2024.

Kemudian untuk Sirekap website, kata Marsudi, tugasnya lebih kepada untuk melakukan konsolidasi rekapitulasi dan kemudian virtualisasi ke web dan ditampilkan di web.

"Jadi Sirekap web tugasnya adalah lebih kepada untuk melakukan konsolidasi rekapitulasi dan kemudian virtualisasi ke web," ujarnya.

Karena itu, Prof Marsudi menuturkan, sumber masalah utama yang muncul dari kesalahan anggota di lapangan adalah gaya tulisan, mengingat dari gaya tulisan tangan setiap orang berbeda-beda. 

Terlebih dengan jumlah 822 ribu TPS, sehingga menyebabkan adanya jumlah tulisan berbeda.

"Sirekap mobile dia mengambil data dari form C1, hasil yang isinya dibuat dari tulisan tangan menggunakan teknologi OCR (Optical Character Recognition)," ujarnya.

"Teman-teman developer menggunakan secara otomatis tulisan C1 di-scan, diubah menjadi angka. Jadi OCR itu kalau di laboratorium akurasinya 99 persen, jadi masih ada kemungkinan eror 1 persen di sana," sambung dia.sinpo

Komentar: