Menkeu Soroti Meningkatnya Risiko dan Ketidakpastian Global

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 06 November 2023 | 16:28 WIB
Menkeu Sri Mulyani (SinPo.id/ Ashar)
Menkeu Sri Mulyani (SinPo.id/ Ashar)

SinPo.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indarwati, mengatakan tiga negara dengan perekonomian terbesar seperti Amerika Serikat (AS), RRT, dan Eropa, saat ini tengah mengalami kesulitan untuk mengendalikan atau mengelola ekonominya. Hal itu berdampak pada meningkatnya risiko dan ketidakpastian global.

“Dunia memang sedang dalam dinamika yang luar biasa sangat volatile. Negara-negara besar seperti Amerika, RRT, dan Eropa itu sedang di dalam situasi untuk mengendalikan atau mengelola ekonominya secara tidak mudah," kata Menkeu, Senin 6 November 2023.

"Dan itu dampaknya ke seluruh dunia, karena tiga daerah ini mempengaruhi dunia lebih dari 40 persen," lanjutnya.

Ia menjelaskan, adanya inflasi tinggi di AS telah menyebabkan negara tersebut menaikkan suku bunga secara ekstrim hingga sebesar 5 persen dalam jangka waktu 14 bulan. Keadaan tersebut tentu mengakibatkan capital outflow dari seluruh negara. 

"Kemudian seluruh dunia akan mengalami depresiasi dari mata uangnya. Pasti depresiasi itu mempengaruhi inflasi, namanya imported inflasi, inflasi yang berasal dari barang-barang impor terkena dampak dari policy yang ada di AS,” terangnya.

Di samping itu, RRT sebagai negara penyumbang perekonomian terbesar kedua di dunia juga tengah dalam kecenderungan ekonomi yang melemah. Kondisi itu juga tentu mempengaruhi harga-harga komoditas di tanah air dengan permintaan terhadap komoditas menjadi menurun. Sementara di Eropa, harga minyak tinggi akibat dampak dari perang Ukraina-Rusia.

“Ini adalah gejolak dunia yang harus terus kita waspadai. Karena gejolaknya bertubi-tubi, maka perekonomian dunia juga berpengaruh menjadi lebih lemah karena setiap kali mau pulih sesudah covid, kemudian mengalami gejolak entah itu karena perang, entah karena kemudian harga komoditas,” katanya menambahkan.sinpo

Komentar: