Ratusan Orang Tewas dalam Serangan Udara Israel di Rumah Sakit Gaza, Begini Reaksi Dunia

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 18 Oktober 2023 | 08:14 WIB
Serangan udara Israel di Rumah Sakit Arab al-Ahli di Gaza menewaskan lebih dari 500 orang. (SinPo.id/AP)
Serangan udara Israel di Rumah Sakit Arab al-Ahli di Gaza menewaskan lebih dari 500 orang. (SinPo.id/AP)

SinPo.id - Juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengecam serangan udara Israel di Rumah Sakit Arab al-Ahli di Gaza, yang menewaskan lebih dari 500 orang. Ia pun menyebut serangan itu merupakan genosida dan bencana kemanusiaan.

Pasca serangan tersebut, Abbas langsung membatalkan pertemuan yang dijadwalkan sebelumnya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, yang dijadwalkan akan tiba di wilayah tersebut pada Rabu 18 Oktober 2023.

Tak hanya Abbas, serangan tersebut rupanya juga memicu reaksi dunia. Bahkan beberapa pemimpin dunia angkat bicara dan mengutuk serangan di rumah sakit tersebut.

Pertama, dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Yordania mengutuk keras serangan Israel dan menekankan perlunya perlindungan internasional bagi warga sipil Palestina, dan ia juga meminta agar pertempuran segera diakhiri.

"Pemboman Israel terhadap rumah sakit Gaza adalah pembantaian dan kejahatan perang yang tidak bisa dibiarkan begitu saja," kata Raja Abdullah II, seperti dilansir dari Al Jazeera.

Kedua, Pemerintah Mesir juga telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan tersebut dengan tegas. Mereka menyerukan komunitas internasional untuk turun tangan dan mencegah pelanggaran lebih lanjut.

Lalu ketiga, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan, perluasan serangan Israel di Jalur Gaza hingga mencakup rumah sakit, sekolah, dan pusat populasi lainnya merupakan eskalasi yang berbahaya.

Keempat, Ketua Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, meminta para pemimpin internasional untuk segera menghentikan tragedi kemanusiaan tersebut.

“Pikiran jahat apa yang dengan sengaja membombardir rumah sakit dan penghuninya yang tidak berdaya? Mekanisme Arab akan mendokumentasikan kejahatan perang ini dan para penjahat tidak akan lolos dari konsekuensi yang harus diterima atas tindakan mereka," tulis Gheit dalam postingan media sosial.

Berikutnya yang kelima adalah pernyataan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengecam serangan tersebut melalui media sosial miliknya.

“Penghancuran terhadap rumah sakit yang menampung perempuan, anak-anak, dan warga sipil tak berdosa adalah contoh terbaru serangan Israel yang tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang paling mendasar,” kata Erdogan.

“Saya mengajak seluruh umat manusia untuk mengambil tindakan guna menghentikan kebrutalan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza," sambungnya.

Keenam, media pemerintah Iran melaporkan, Kementerian luar negeri Iran mengecam serangan udara itu sebagai serangan terhadap orang-orang yang tidak bersenjata dan tidak berdaya.

Terakhir, kecaman juga muncul dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, yang mengutuk serangan itu dan menekankan pentingnya mematuhi hukum perang. 

“Berita yang keluar dari Gaza sangat mengerikan dan benar-benar tidak dapat diterima. Hukum internasional harus dihormati dalam hal ini dan dalam semua kasus. Ada aturan seputar perang, tetapi menyetang rumah sakit tidak dapat diterima,” kata Trudeau kepada wartawan.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyerukan perlindungan segera terhadap warga sipil dan layanan kesehatan, serta meminta perintah evakuasi dibatalkan.sinpo

Komentar: