Gempa Dahsyat Melanda Aghanistan Barat, Ratusan Orang Diperkirakan Tewas

Laporan: Galuh Ratnatika
Minggu, 08 Oktober 2023 | 10:18 WIB
Ilustrasi (Sinpo.id/Pixabay)
Ilustrasi (Sinpo.id/Pixabay)

SinPo.id -  Ratusan orang diperkirakan tewas setelah serangkaian gempa bumi dahsyat melanda Afghanistan barat. Menurut seorang pejabat Taliban, jumlah korban tewas bisa lebih dari 320 orang.

“Jumlah korban yang mati syahid sangat besar, dan masih banyak yang berada di bawah reruntuhan. Imarah Islam mencoba melakukan yang terbaik untuk membantu orang-orang tetapi kami membutuhkan bantuan," kata pejabat Taliban setempat, dilansir dari The Guardian, Minggu 8 Oktober 2023.

Berdasarkan laporan awal yang diposting dalam situs Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), terdapat tujuh titik gempa bumi yang melanda wilayah Afghanistan barat.

Termasuk gempa berkekuatan 5,9 skala Richter di 35,7 mil utara-barat laut Herat, gempa berkekuatan 6,3 skala Richter di 32,5 mil utara-timur laut Zindah Jan dan gempa berkekuatan 6,3 skala Richter lainnya.

Rekaman yang dirilis dari provinsi Herat menunjukkan pemandangan apokaliptik dengan desa-desa yang berubah menjadi puing-puing. Sementara para korban selamat terlihat sibuk mengeluarkan orang-orang yang mereka cintai yang telah meninggal di balik reruntuhan.

“Puluhan desa hancur total dan ratusan orang tertimbun reruntuhan. Saya membawa sembilan mayat kerabat saya ke Herat dan saya sedang dalam perjalanan pulang. Jalan menuju banyak desa rusak. Banyak orang akan mati di bawah reruntuhan malam ini," kata Dawood, warga distrik Zindah Jan yang terkena dampak parah.

“Saya dapat memberitahu Anda bahwa hanya 50 orang yang masih hidup di desa kerabat saya. Padahal sebelumnya, lebih dari 400 orang tinggal di sana," sambungnya.

Gubernur setempat mengatakan, banyaknya korban tewas di distrik tersebut karena lebih dari 10 desa hancur menjadi puing-puing. Ia juga menyerukan masyarakat untuk membantu penduduk di distrik yang terkena dampak. Kemudian meminta apotek untuk membantu rumah sakit setempat dengan obat-obatan.

Seperti diketahui, Afghanistan memang sering dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush, yang terletak di dekat persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India.

Bahkan, pada bulan Juni 2022 lalu, gempa bumi dahsyat melanda wilayah pegunungan terjal di Afghanistan timur, meratakan rumah-rumah yang terbuat dari batu dan bata lumpur. Gempa tersebut menewaskan sedikitnya seribu orang dan melukai sekitar 1.500 orang.sinpo

Komentar: