Hormat Prabowo Subianto untuk Megawati Soekarnoputri di Kantor KPU
Jakarta, sinpo.id - Walau dalam berpolitik, dua sosok sentral, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri saat ini selalu bersebrangan. Tetapi hal tersebut tak menyurutkan rasa hormat antar keduanya.
Seperti yang terjadi saat melakukan pengundian nomor urut peserta pemilu 2019 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu (18/2/2018).
Saat keduanya bertemu, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto spontan langsung menyatukan kedua tangannya tanda hormat kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang berjalan hendak melewatinya.
Melihat salam hangat dari Prabowo tersebut, raut wajah Megawati terlihat semringah dengan senyum tak lepas dari parasnya. Mega pun langsung menjulurkan tangannya menyambut salam dari Prabowo.
Keduanya pun saat itu terlibat sebuah perbincangan. Walau kita semua tak tahu apa yang mereka bicarakan, tetapi canda tawa di antara keduanya menunjukan bahwa memang selalu ada hormat bagi kawan maupun lawan.
Salam hormat ini bukanlah yang pertama dilakukan Prabowo Subianto. Pada ajang yang sama di tahun 2014, Prabowo yang saat itu berada dalam Koalisi Merah Putih (KMP) mendatangi langsung meja para partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Walau sempat terjadi tensi panas sebelum pengundian nomor urut pasangan peserta Pilpres 2014, dengan gerakan khas seorang prajurit, Prabowo yang mengenakan peci hitam dan berbalut baju putih lengan panjang dengan celana warna krem membuat gerakan tegap. Di depan presiden RI ke-empat itu, mantan Panglima Kostrad itu memberi hormat, meski Mega tetap tidak beranjak duduk di kursi.
Mega hanya menyunggingkan senyum belaka. Adapun, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Jokowi yang duduk di posisi samping kanan dan kiri Mega langsung berdiri. Keduanya seolah merespon hormat Prabowo.
"Memang seharusnya begitu. Kita hormati yang lebih tua, lebih senior. Kita berbeda politik, tapi tetap harus menghormati," kata Prabowo saat itu.
Sikap saling menghormati seperti ini yang sangat dibutuhkan dunia perpolitikan Indonesia. Walau berbeda pandangan dalam berpolitik, rasa hormat tetap harus ditumbuhkan antar sesama anak bangsa.
Kesantunan yang memang karakter dan bukan sebuah pencitraan apalagi penghambaan terhadap kekuasaan dan uang, harus ditanamkan semua parpol peserta Pemilu. Hal ini penting untuk menjaga keutuhan NKRI.

