Selamat Berpesta, Mari Kita Jaga Demokrasi Ini

Laporan:
Senin, 19 Februari 2018 | 14:42 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Jakarta, sinpo.id - Seluruh partai politik (Parpol) yang lolos verifikasi sudah mendapatkan nomor urut peserta Pemilu 2019. Tak hanya parpol, rakyat pun siap menyambut datangnya pesta demokrasi lima tahunan ini.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan ada 14 partai yang lolos verifikasi dan dapat berpartisipasi dalam kontestasi 2019. Masing-masing partai sudah mendapatkan nomor urut yang dilakukan secara transparan di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Semua parpol tanpa terkecuali menyambut baik pengundian tersebut. Berapapun nomornya, keyakinan tinggi diusung seluruh parpol untuk dapat menjadi yang terbaik di hati rakyat.

Sinyal harmonis antar-partai ini patut terus dijaga. Jangan sampai bertambah masyarakat yang jengah dengan keadaan bangsa akibat panasnya suhu pemilihan pemimpin seperti kontestasi sebelumnya.

Seperti kata Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dalam pengundian nomor urut di KPU kemarin, tegas ia mengatakan bahwa demokrasi merupakan sistem politik terbaik bagi Indonesia. Oleh sebab itu penting untuk dijaga keberlangsungannya.

Adapun salah satu perwujudan dari demokrasi adalah diselenggarakannya Pemilu itu sendiri. Ia meminta agar semua elemen dapat menjaga kedamaian dan keharmonisan yang telah terbentuk ini.

"Pengganggu demokrasi adalah kekacauan dan kerusuhan. Mari kita jaga demokrasi ini. Kita harus bertekad menjaga demokrasi ini dengan sebaik-baiknya. Kita mengerti bahwa politik tujuannya adalah memperbaiki rakyat. Kita paham bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik. Oleh sebab itu jangan beri ruang sekecil pun bagi perusak demokrasi," kata Prabowo di Kantor KPU, Jakarta, Minggu.

Menjaga demokrasi yang sudah tumbuh di Indonesia tidak lah mudah. Karenanya diperlukan peran bersama untuk dapat menjaga hal-hal yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu.

Kita setuju, bangsa ini masih terus diteror oleh 'serangan-serangan' yang dapat merusak keberlangsungan demokrasi, yang dapat meretakan NKRI.

Lihat, makin dekat pesta demokrasi dimulai, peristiwa-peristiwa intoleran kembali menyeruak. Sudah banyak kejadian-kejadian kekerasan terhadap pemuka agama akhir-akhir ini. Perusakan tempat ibadah hingga ancaman selalu menghiasi media massa sehari-hari.

Belum lagi soal kampanye hitam yang mulai menyelimuti kontestan Pemilihan Kepala Daerah. Bukan tak mungkin serangan ini akan kembali dilakukan di 2019.

Sebagai kaum awam, kita hanya bisa menuntut agar politik di Indonesia berlangsung damai. Karena jika dilihat dan dicermati, salah satu hal yang dapat meretakan keutuhan bangsa, ya kontestasi ini sendiri.

"Biarlah rakyat memilih dengan baik. Semua sudah kita jalani dan kita perbaiki. Saya ingatkan supaya tidak mengunakan politik SARA, agar NKRI tetap terjaga utuh," kata Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri mengingatkan.

"Money politic sudah kuno. Gagasan ide dan program brilian adalah jaman now," seru Sekjen Partai Nasdem, Johnny G. Plate.

Semoga pernyataan di atas bukanlah sebuah hisapan jempol belaka. Dorongan motivasi menciptakan kedamaian politik memang diperlukan rakyat. Tetapi jika hal ini tak diimplementasikan, jangan harap rakyat akan memberikan hatinya.

Aktifnya Kaum Muda dan Parpol Baru

Hal menarik lain yang akan terjadi pada Pemilu 2019 adalah makin banyaknya generasi muda yang mulai aktif berbicara soal politik. Makin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya politik bagi keberlangsungan sebuah negara.

Hal ini tentu harus kita sambut baik. Makin banyak kaum muda yang tertarik dengan politik, dapat diartikan makin cerah masa depan bangsa ke depan. Karena dari ketertarikan tersebut dapat menghasilkan bibit unggul generasi penerus bangsa.

KPU pun diminta untuk dapat lebih menyasar kaum muda untuk menggunakan hak pilihya. Tak hanya itu, KPU juga diharapkan dapat melibatkan kaum muda dalam sejumlah kegiatan penyelenggaraan pemilu.

Selain dapat menaikan angka partisipasi pemilih muda, masuknya mereka dalam kegiatan KPU juga bermanfaat untuk mengedukasi terkait pemilihan umum, sehingga kontestasi ini makin lama dapat semakin menemukan bentuk terbaiknya.

Saat ini makin banyak parpol-parpol yang menyasar generasi jaman now untuk menjadikan lumbung suara baru. Ide-ide kekinian dibalutkan pengalaman yang tak pernah berbohong dapat menghasilkan sebuah terobosan baru yang memang dibutuhkan negara ini.

Terutama parpol-parpol baru, mereka lebih menyasar kaum muda untuk diajak bersama membangun negeri. Bisa kita lihat bagaimana manuver yang dilakukan oleh Partai Garuda dan PSI.

"Kami sangat bersyukur bahwa kami anak muda dari Partai Garuda mendapat kesempatan untuk merayakan demokrasi di Indonesia, dan membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih unggul lagi," Kata Ketua Umum Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana dengan nada optimis.

Senada dengan Ahmad Ridha, gelora untuk mengumpulkan lumbung suara pemilih muda juga ditargetkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bahkan dengan terang-terangan, Ketua Umum PSI, Grace Natalie menyebutkan lebih mencari generasi muda yang ingin belajar mengenai dunia politik.

Diharapkan dengan tampilnya pemilih muda yang lebih segar dari sisi ide-idenya, dapat menciptakan sistem politik yang transparan dan tidak melulu soal uang.

Di sini lah pentingnya mengedukasi pemilih muda untuk ditanamkan fundamental politik jaman now.

"Karena Indonesia tidak bisa diperbaiki hanya dengan menghujat. Kami ingin mencari putera-puteri terbaik. Dan kami tidak memilih kader yang gila hormar," cetusnya.

Tapi satu hal yang perlu diingat. Pemilih muda masih lah sangat rentan. perlu penanaman fundamental yang benar-benar kuat untuk dapat bisa memilih sesuai hati mereka sendiri.

Karena banyak sekali anak muda, yang menggunakan media sosial justru termakan oleh berita-berita menyudutkan salah satu peserta. Dan bahayanya, informasi ini langsung ditelan mentah-mentah tanpa mencari informasi kebenaran yang ada.

Hasilnya, 'perang' yang terjadi di dunia maya banyak dilakukan anak-anak muda. Itu yang harus kita pikirkan jalan keluarnya. Karena hal ini juga dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.

Akan tetapi, kita semua yakin, segenap rakyat Indonesia tak akan pernah lelah untuk terus berharap, untuk dapat mewujudkan bangsanya agar lebih maju dan damai.

Dan sudah menjadi tugas semua parpol jua untuk terus memberikan edukasi-edukasi yang membangun. Bukan malah menebar kebencian demi kepentingan tertentu.

Masyarakat Indonesia sudah tumbuh dewasa. Mereka lebih suka para parpol 'berperang' melalui gagasan, ide serta visi dan misi mereka. Dibanding dengan 'berperang' di media sosial yang selalu menimbulkan debat kusir yang tak berkesudahan.

Kami, masyarakat yakin. parpol peserta pemilu 2019 tentu memiliki integritas serta segudang cara untuk dapat memajukan bangsa. Tapi tolong, jangan kau pecah bangsa ini karena perbedaan yang kalian miliki di antara partai-partai politik.

"Bersama kekuatan partai-partai politik pada malam ini (saat pengundian nomor urut di KPU), mari kita bersatu mensejahterakan masyarakat Indonesia. Selamat kepada seluruh partai politik," ungkap Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Sekali lagi, jangan buat masyarakat kecewa, terlebih terbelah karena pemilu. Masyarakat sudah lelah dengan saling hujat, debat tak berkesudahan dan sangkaan. Ciptakanlah kontestasi damai demi Indonesia tercinta.

Bagi parpol dan segenap masyarakat Indonesia, selamat berpesta.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI