PPATK Sebut Perputaran Uang Sindikat Fredy Pratama Capai Rp51 Triliun Sejak 2013

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 13 September 2023 | 12:20 WIB
Gembong narkoba Fredy Pratama. (SinPo.id/Istimewa)
Gembong narkoba Fredy Pratama. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendeteksi total perputaran uang dari jaringan narkotika internasional Fredy Pratama mencapai Rp51 triliun. Perputaran uang tersebut pada periode tahun 2013 sampai 2023.

Sekretaris Utama PPATK Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar menyebut pihaknya dapat mendeteksi usai melakukan 32 Laporan Hasil Analisis (LHA) terhadap rekening milik para pelaku serta dengan perusahaan yang terafiliasi.

"Sementara perputaran terkait dengan sindikat narkoba internasional ini (Fredy Pratama) tadi tercatat ada 51 triliun sepanjang 2013-2023," kata Teddy dalam keterangannya, Selasa, 12 September 2023.

Menurut Teddy, pihaknya telah menindaklanjuti temuan itu dengan melakukan rapat koordinasi dengan intelijen Thailand untuk memburu keberadaan aset tersangka yang berada di luar negeri. 

"Untuk mendeteksi rekening-rekening milik tersangka, sekaligus lokasi keberadaan aset, termasuk beberapa tersangka jaringan lain yang dicari," tuturnya. 

Lebih jauh, Teddy mengungkapkan, PPATK telah memblokir 606 rekening yang diduga terafiliasi Fredy Pratama. Adapun total saldo dari seluruh rekening saat diblokir mencapai Rp45 miliar.

"Tindak lanjut sesuai kewenangan PPATK melakukan penghentian sementara kepada seluruh transaksi dengan 606 rekening, itu seluruhnya ada di Indonesia. Kemudian ada 2 perusahaan aset. Total saldo yang saat dilakukan pengehentian itu ada sekitar Rp45 miliar," ujar Teddy. 

Seperti diketahui, Bareskrim Polri membongkar sindikat narkoba internasional kelas kakap. Sindikat ini merupakan jaringan Fredy Pratama.

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan, pihaknya menyita aset senilai Rp10,5 Triliun dari hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas pidana awal peredaran narkotika jaringan internasional.sinpo

Komentar: