Presiden Korsel dan Jokowi Bertemu, Bahas Kerja Sama Ekosistem Kendaraan Listrik

Laporan: Khaerul Anam
Jumat, 08 September 2023 | 18:55 WIB
Presiden Jokowi menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol. (SinPo.id/Setkab)
Presiden Jokowi menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol. (SinPo.id/Setkab)

SinPo.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan bilateral tersebut dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Korea Selatan dan Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan sejumlah isu dibahas dalam pertemuan bilatetal kedua negara, diantaranya peningkatan kerja sama investasi dalam pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik. 

"Presiden menyambut baik komitmen LG dengan mitra-mitranya di Indonesia untuk mempercepat realisasi grand package investasi senilai US$9,8 miliar dan untuk konstruksi pabrik katoda di Batam," kata Retno dalam keterangannya pada Jumat, 8 September 2023.

Retno mengatakan, pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik itu diharapkan akan dimulai tahun ini dan melibatkan BUMN Indonesia dan pengusaha daerah.

Selain itu, lanjut Retno, Jokowi juga berharap agar kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pengembangan infrastruktur transportasi dan kesehatan dapat segera terlaksana. 

Jokowi juga turut mengapresiasi dukungan dari Republik Korea Selatan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota pintar atau smart city.

“Bapak Presiden juga mengapresiasi dukungan pemerintah Korea Selatan untuk pembangun IKN sebagai smart city dan mengharapkan dukungan Korea Selatan untuk sektor SDM (sumber daya manusia) dan digitalisasi birokrasi khususnya untuk mempercepat transformasi birokrasi,” tambah Retno. 

Lebih lanjut, Isu terakhir yang dibahas Presiden Jokowi dan Presiden Yoon yaitu mengenai pekerja migran Indonesia (PMI). Jokowi, kata Retno, menyampaikan apresiasi atas peningkatan kuota PMI yang dapat bekerja secara profesional di Korea Selatan.

“(Presiden) memohon penguatan pelindungan dan juga mengharapkan agar penguatan pelindungan ini sesuai dengan apa yang sudah disepakati di IK-CEPA (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement) dan kita akan dapat mulai melakukan pengiriman pekerja profesional,” tandasnya.sinpo

Komentar: