Pemprov DKI Catat 36 Ribu Balita di Jakarta Bermasalah dengan Gizi

Laporan: Khaerul Anam
Senin, 24 Juli 2023 | 19:40 WIB
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi dan Menkes Budi Gunadi saat bahas penurunan stunting di Jakarta (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi dan Menkes Budi Gunadi saat bahas penurunan stunting di Jakarta (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut ada sekitar 36 ribu balita di Jakarta bermasalah dengan gizi. Hal itu disampaikan Heru usai pertemuannya dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Heru mengatakan, merujuk data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 798.107 balita di DKI Jakarta tergolong rawan gizi. 

“Pak Menteri (Kesehatan) tadi mengarahkan, dari 798 ribu itu semuanya harus ditimbang. Yang sekarang sudah tertimbang itu adalah 250 ribu-an (54,6 persen). Sedangkan balita di Jakarta yang bermasalah gizi (stunting, gizi buruk, gizi kurang, underweight) total 36 ribu,” kata Heru dalam keterangannya, Senin 23 Juli 2023.

Heru mengungkapkan, pihaknya mengupayakan untuk mengintervensi sedini mungkin, agar anak yang terindikasi rawan gizi dapat segera ditangani. Dengan begitu, lanjut Heru, balita yang bermasalah dengan gizi tidak sampai memburuk hingga mengalami stunting. 

Menurutnya, intervensi yang dilakukan seperti memberikan bantuan vitamin tambahan di sekolah, pemberian gizi tambahan melalui Posyandu, hingga pangan murah bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Tadi arahan Pak Menteri adalah kita menangani sebelum masuk ke kelas itu (stunting). Jadi ketika dia rawan gizi, saat timbangan (berat badan) kurang, kita langsung masuk di sana. Untuk pendanaan Pemda juga siap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heru menyebut kesuksesan program pengentasan stunting dapat terwujud dengan pengawasan ketat hingga ke ranah internal yang melibatkan peran orang tua. 

Tambahan gizi yang sudah diberikan harus dimanfaatkan dengan baik oleh orang tua dengan memastikan anak mengonsumsi makanan tersebut.

“Nanti kita buka relawan-relawan, walaupun DKI Jakarta sudah mempunyai Dasawisma sebanyak 76.000 itu juga kita libatkan,” tandasnya.sinpo

Komentar: