Penerbit Buku Akui Tidak Mengetahui Bahwa Yerusalem Bukan Ibu kota Israel
Jakarta, sinpo.id - Belum tuntas kontroversi Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, kini muncul hal serupa di dalam buku pelajaran Sekolah Dasar (SD).
Dalam buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas 6 SD tersebut, terdapat materi pelajaran tentang nama-nama Ibu Kota negara di seluruh dunia. Di dalam materi pelajaran tersebut tertulis Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sangat menyesalkan atas beredarnya buku pelajaran yang menyebutkan Yerusalem sebaga Ibu kota Israel. Yudhistira, sebagai penerbit buku tersebut meminta maaf dan memberikan penjelasan.
"Pada Buku IPS Kelas 6 KTSP terdapat tabel daftar negara-negara Asia Barat beserta Ibu Kotanya. Pada tabel tersebut tercantum negara Israel Ibu Kotanya Yerusalem. Perlu kami jelaskan bahwa data tersebut kami ambil dari sumber internet 'world population data sheet 2010'," demikian pernyataan resmi Yudhistira di situs resmi mereka yang dikutip Rabu (13/12/2017).
Yudhistira menyatakan tidak mengetahui bahwa data yang digunakan oleh sumber tersebut ternyata tidak sah di dunia internasional. Yudhistira pun memohon maaf.
"Kami tidak mengetahui kalau ternyata data tersebut ternyata belum diakui secara sah oleh lembaga international. Untuk itu kami mohon maaf apabila sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi pada cetakan berikutnya. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya," kata manajemen Yudhistira.

