Dewan Pers SinPo

Sidang Pembunuhan Brigadir J, Hakim Tuduh Ricky Rizal Bohong Dalam Bersaksi

Laporan: Sigit Nuryadin
Senin, 05 Desember 2022 | 15:40 WIB
Terdakwa pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal/ SinPo.id/ Ashar SR
Terdakwa pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal/ SinPo.id/ Ashar SR

SinPo.id - Dalam sidang lanjutan pembunuhan berencana Brigadir J, Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa memarahi Ricky Rizal Wibowo atau Bripka RR yang dituduh berbohong dan menutup-nutupi fakta saat memberikan kesaksian

Hal itu disampaikan Wahyu Iman Santosa saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 5 Desember 2022.

Wahyu menyebut cerita Ricky sejak meninggalkan rumah Magelang sampai di rumah Saguling tidak masuk akal. Hakim ketua menuduh Ricky sengaja menutupi fakta padahal bukti CCTV jelas. 

“Kamu tidak sayang sama anak-anakmu?” tanya  Wahyu.

“Sayang Yang Mulia,” jawab Ricky.

“Kamu berkorban untuk nutupin ini semua?” tanya Wahyu.

“Siap tidak Yang Mulia” jawab lagi Ricky.

“Kamu berkorban masa depan anak-anakmu untuk nutupin ini semuansampai hari ini kamu masih nutupin kaya gini. Seolah-olah saya percaya dengan cerita kamu. Dari tadi saya diamkan saja cerita kamu. Saya tahu kapan kamu bohong kapan enggak. Cerita kamu tidak masuk di akal semua. CCTV jelas, bukti CCTV jelas. Bagaimana kamu bercerita seperti itu, tapi di sisi lain kamu ketika diperiksa di Provos bisa menceritakan detail apa yang terjadi, itu kan tidak masuk di akal,” kata Wahyu.

Wahyu pun meminta Ricky agar mengingat kembali anak dan istrinya yang mendoakan agar ia bisa mendapat keringanan. 

“Tapi dengan begini kamu mencoba mengaburkan semua peristiwa itu, saya ingatkan kepada saudara, saya tidak butuh pengakuan saudara karena dari awal jelas, kasus ini terbuka bisa sampai lanjut persidangan ini karena kesaksian Richard Eliezer. Bukan kesaksian dari kesaksian saudara,” ucap Wahyu.

Wahyu pun juga memperingatkan agar Ricky tidak berbohong dan mengasihani anak-istrinya. Wahyu menegur Ricky karena bercerita seolah-olah tidak tahu Yosua akan ditembak.

Pasalnya, menurut Wahyu, dari awal Ricky sudah mengetahui skenarionya seperti itu.

“Saudara ini hanya bersaksi untuk mereka berdua. Tapi seolah-olah saudara ingin saudara tidak terlibat, seolah-olah saudara tidak tahu apa-apa. Kalau saudara ngomong kaya gitu seharusnya dari awal saudara mengaku ini loh faktanya seperti ini, tapi kan saudara ikut membuat skenario ini, bener tidak?” tanya hakim.

“Siap! jadi saya sampaikan Yang Mulia untuk skenario disampaikan Bapak (Ferdy Sambo) juga di Provos Yang Mulia,” kata Ricky.

“Maksudmu?” tanya Wahyu.

"Untuk skenario itu, jadi setelah peristiwa penembakkan kan saya kembali lagi ke Duren Tiga Yang Mulia. Setelah itu saya lihat ada beberapa anggota di situ, Bapak (Ferdy Sambo) menyampaikan bahwa 'ada tembak-tembakan ajudan saya',” ujar Ricky.

Ricky mengaku Ferdy Sambo pada saat itu tidak menyampaikan skenarionya. Ia mengaku Ferdy Sambo hanya menyampaikan ada tembak-menembak antarajudannya. Ketika itu Ferdy Sambo menjelaskan kepada eks Kanit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Polisi Ari Cahya bahwa ada adu tembak antara ajudan.

“Di situ saya berpikir ini tembak-tembakkan. Tetapi sementara cuma sebatas itu. Tidak boleh menerangkan, si J ini langsung ditembak Richard,” tutur Ricky.sinpo

Komentar:
BONGKAR
Aplikasi Sinpo
POJOK SINPO
Koran Sin Po edisi 14 Januari 1939 menulis berita “Super Microscoop”. Laporan tekhnologi itu menyebutkan laboratorium Jtlectron-Optisch dari Siemens & Halske di Duitschland telah telah mengumumkan satu temuan tekhnologi yang mampu melihah micro-organisme dan benda micro-inorganisch yang disebut alat super-microscoop.
- Koran Sin Po
BERITATERPOPULER