Dewan Pers SinPo

Seorang Kardinal Vatikan Menjadi Terdakwa Kasus Korupsi

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 25 November 2022 | 12:00 WIB
Kardinal Angelo Becciu, (SinPo.id/CNS Photo)
Kardinal Angelo Becciu, (SinPo.id/CNS Photo)

SinPo.id -  Pengadilan korupsi Vatikan menyidangkan kasus dugaan korupsi terhadap seorang Kardinal bernama Angelo Becciu, yang dituding telah menggelapkan uang. Dalam sidang di pengadilan diperdengarkan rekaman panggilan telepon antara Becciu dan Paus Francis, yang direkam secara diam-diam.

Menurut pengacara yang mendengarnya, Becciu meminta paus untuk memastikan bahwa paus telah mengesahkan pembayaran untuk membantu membebaskan seorang biarawati yang diculik di Afrika.
Namun, Paus justru terdengar sangat kebingungan saat ditelepon Becciu, dan berulang kali meminta kardinal untuk mengiriminya catatan tertulis tentang apa yang diinginkannya.

Dilansir dari Reuters, pada tahun 2018, Becciu, yang merupakan orang paling kuat ketiga di Vatikan, menyewa rekan terdakwa seorang analis keamanan gadungan, yakni Cecilia Marogna, untuk membebaskan seorang biarawati Kolombia yang diculik di Mali oleh kelompok terkait al Qaeda.

"Marogna, menerima 575.000 euro atau $598.630 dollar dari Sekretariat Negara, departemen terpenting Vatikan, pada 2018 hingga 2019 ketika Becciu bekerja di sana," kata pengadilan.

Namun uang itu dikirim ke perusahaan yang dia dirikan di Slovenia. Bahkan menurut pihak kepolisian, Marogna diketahui telah menghabiskan sebagian besar uangnya untuk keperluan pribadi, termasuk pakaian mewah dan kunjungan ke spa kesehatan.

Dari penemuan tersebut, Marogna didakwa menggelapkan uang. Sementara Becciu didakwa dengan penggelapan, korupsi, dan penyalahgunaan jabatan.

Kepala jaksa di persidangan, Alessandro Diddi, mengatakan memulai penyelidikan baru, setelah mencurigai Becciu melakukan konspirasi kriminal.

Tercatat setahun sebelum persidangan dimulai, Paus Francis telah memecat Becciu karena dicurigai melakukan nepotisme, yang disangkal oleh Becciu. Tuduhan itu muncul saat Francis telah mengirim 100.000 euro ke sebuah badan amal di Sardinia bertujuan membuat lapangan kerja baru di daerah miskin. Namun tanpa diketahui uang tersebut digunakan oleh keluarga Becciu.sinpo

Komentar: