Dewan Pers SinPo

KPK Panggil Politikus PDIP Utut Adianto Terkait Suap Rektor Unila

Laporan: Khaerul Anam
Kamis, 24 November 2022 | 14:28 WIB
Gedung KPK/ SinPo.id/ Khaerul Anam
Gedung KPK/ SinPo.id/ Khaerul Anam

SinPo.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Anggota DPR Fraksi PDIP Utut Adianto untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

Selain Utut, anggota DPR Fraksi NasDem Tamanuri juga dipanggil KPK. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk Rektor Unila Karomani yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jl. Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 24 November 2022.

Belum diketahui keterangan apa yang akan didalami tim penyidik KPK terhadap kedua legislator tersebut. Akan tetapi, KPK juga dijadwalkan memanggil lima saksi lain untuk diperiksa.

Mereka yaitu Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Fatah Sulaiman; dan empat orang PNS masing-masing Helmy Fitriawan, M. Komaruddin, Sulpakar, dan Nizamuddin.

Selerti diketahui, KPK telah menetapkan empat tersangka, sebagai penerima suap yaitu Rektor Unila, Karomani; Wakil Rektor I bidang Akademik Unila, Heryandi; Ketua Senat Unila, Muhammad Basri. Serta pihak pemberi suap yaitu pihak swasta, Andi Desfiandi.

Pemberi suap, Andi Desfiandi telah didakwa Jaksa KPK memberikan uang sebesar Rp250 juta kepada Karomani selaku Rektor Universitas Lampung (Unila). Sidang dakwaan dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru tahun 2022 di kampus Unila. Penetapan tersangka bermula dari dilakukannya Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap rektor Unila, Karomani.

KPK mengungkap Karomani diduga menerima suap Rp 603 juta dari orang tua calon mahasiswa baru. Turut ditemukan juga Rp 4,4 miliar yang sebagian telah beralih bentuk menjadi emas batangan dan tabungan deposito.sinpo

Komentar: