Dewan Pers SinPo

Sebelum Muncul Lagi di Aceh, Indonesia Pernah Dinyatakan Bebas Polio Pada 2014

Laporan: Khaerul Anam
Minggu, 20 November 2022 | 10:45 WIB
Vaksin polio/pixabay
Vaksin polio/pixabay

SinPo.id -  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut Indonesia sebelumnya telah mendapatkan sertifikat bebas Polio sejak 2014. 

Meski demikian, sertifikat tersebut tidak menjadi jaminan bahwa penyakit Polio akan terjadi lagi.

"Nah kita di Indonesia dan seluruh dunia itu sudah mendapatkan sertifikat bebas polio dari 2014 dan seluruh dunia sepakat bahwa meski sekalipun kita sudah ada bebas polio tapi surveillance untuk setiap kelumpuhan lumpuh layu itu harus dilaporkan," kata Dirjen penceghan dan Pengendalian Penyakit (P2) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu dalam keterangannya yang diterima, Minggu, 20 November 2022.
 
Maxi mengungkapkan, dalam kenyataanya, kasus penemuan kasus Polio terbaru di Aceh menjadi bukti jika pemberian sertifikat itu tidak menjamin bahwa Indonesia bebas dari penyakit tersebut.

Menurutnya, sejauh ini Polio terdiri dari beberapa tipe virus, diantaranya virus tipe 1 yaitu Brunhilde, tipe 2 yakni Lansig, dan tipe 3 adalah Leon.

"Dan kenyataannya ternyata virus Polio liar tipe dua dinyatakan eradikasi pada tahun 2015 sedangkan virus tipe tiga telah dinyatakan eradikasi pada 2019 dan negara yang endemik virus tipe satu adalah Pakistan dan Afghanistan," ujarnya.

Sebelum penemuan kasus Polio di Aceh pada November 2022 tahun ini, kasus lain juga pernah ditemukan di Provinsi Papua pada tahun 2018 dengan tipe 1.

Menurut Maxi, ditemukannya satu kasus polio di Aceh dipengaruhi oleh tidak berjalannya vaksinasi polio baik OPV4 maupun IPV selama empat tahun berturut-turut di kabupaten atau kota Provinsi Aceh.

Selain itu, satu kasus yang ditemukan di Aceh juga disebabkan air sungai yang tercemar kotoran tinja dan dipakai bermain oleh anak-anak.

"Dan memang kebanyakan ya virus Polio karena berkembang di pencernaan saat dia mengeluarkan kotoran faeces kemudian dia tidak masuk septic tank ke lingkungan yang ada di sungai, ada air tempat anak-anak bermain. Di situ menjadi sumber tempat penularan virus yang tadi berkembang di saluran pencernaan," tutur Maxi.
sinpo

Komentar: