Gedung DPR RI Saat Ini Dinilai Tak Layak
Jakarta, sinpo.id - DPR RI sedang berupaya mewujudkan visinya sebagai lembaga perwakilan rakyat yang modern dan berwibawa. Oleh karena itu, DPR menginginkan adanya transparansi yang didukung oleh teknologi informasi dan diharapkan menjadi pusat pembelajaran serta pengetahuan demokrasi di Indonesia.
Anton Sihombing selaku Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR mengatakan, perlu adanya penataan lembaga perwakilan rakyat agar menjadi kuat untuk mewujudkan aspirasi rakyat yang diwakili. Hal itu disampaikannya saat melakukan sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) DPR 2014 – 2019. Menurutnya, Renstra tersebut merupakan upaya dalam mewujudkan parlemen modern, salah satunya adalah gedung parlemen yang lebih reprentatif untuk melaksanakan tugas-tugas kedewanan.
Anton melanjutkan, kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) pendukung dan kualitas dari Anggota DPR juga menjadi prioritas tercapainya tujuan Renstra ini. Namun, ini tergantung dari Undang-Undang (UU) yang perlu dikaji kembali.
"Negara akan kuat, kalau DPR nya kuat. Tidak ada negara yang kuat dengan DPR-nya yang tidak kuat. Jadi, demokrasi Indonesia harus tetap kita jaga dan harus kita tata sebaik-baiknya untuk kemajuan bangsa dan negara," paparnya usai mendengar masukan dari Pemerintah Provinsi Riau dan Akademisi, di Pekanbaru, Rabu (25/10).
Terkait dengan penilaian masyarakat mengenai citra Dewan berdasarkan target kinerja DPR, ia menerimanya dan DPR senantiasa memperbaiki citra itu.
Beliau juga mengungkapkan, bahwa anggota DPR saat ini menempati ruangan yang dinilainya tidak pantas. Pemerintah diminta untuk menyiapkan Gedung Parlemen yang lebih layak.
"Di luar orang mengira yang membangun gedung DPR itu adalah anggota DPR, sebenarnya yang membangun itu adalah Pemerintah. Pemerintah wajib memberikan fasilitas yang layak pada pejabat negara. Apakah layak, satu anggota DPR beserta tujuh orang tenaga ahli berada dalam ruangan 26 meter persegi. Ini kebutuhan yang sangat mendasar," pungkasnya.

