Dewan Pers SinPo

Usai Dipolisikan, Tagar #TangkapRuhutSitompul Trending Gegara Meme Anies Pakai Koteka

Laporan: Samsudin
Jumat, 13 Mei 2022 | 13:10 WIB
Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul/net
Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul/net

SinPo.id - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul sudah dilaporkan ke polisi terkait ulahnya mengunggah foto editan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan koteka dan baju adat Papua.

Ruhut dilaporkan Panglima Komandan Patriot Revolusi Petrodes Mega MS Keliduan. Adapun laporan tersebut teregister  nomor laporan LP/B/2299/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 11 Mei 2022.

Ruhut dipersangkakan dalam laporan tersebut yakni Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE).

Usai dipolisikan, tagar #Tangkap Ruhut Sitompul pun menggema di Twitter, Jumat (13/5). Setidaknya, sudah ada seribu lebih cuitan terkait tagar tersebut.

Netizen menduga, Ruhut sudah memenuhi unsur laporan sesuai UU ITE. Antara lain sebar hoax foto editan, hina koteka adat Papua dan rasisme terhadap Papua.

Terkait postingannyaa, Ruhut menyangkal membuat hoaks melalui postingannya tersebut. Ruhut menjelaskan bahwa bukan dirinya yang membuat foto editan soal Anies Baswedan berpakaian adat Papua lengkap dengan koteka. 

 

“Jadi aku mau bilang di Twitter aku masuk gambar kek gitu, aku jadi ingat, bagaimana selama ini termasuk kalian media. Pertama, dia (Anies Baswedan, red) keturunan dari Timur Tengah, Yaman, betul enggak bos?” kata Ruhut Sitompul dihubungi, Kamis (12/5). 

 

Kemudian, Ruhut mengingatkan bahwa Anies Baswedan pernah mengaku sebagai orang Jawa dan Yogyakarta tulen. 

 

Lalu, kata Ruhut, ada netizen yang membuat foto Anies Baswedan berpakaian adat Papua lengkap dengan koteka. Ruhut pun merasa cuitannya terkait postingan foto Anies Baswedan itu positif. 

 

“Aku kan bagus kata-katanya, kata orang Betawi namanya usahe, ya namanya usaha mau calon presiden, mau dia bilang dia adalah suku yang ada di Indonesia ini semua biarin aja, nanti kan kembali gimana rakyat memilih,” kata Ruhut.

Disisi lain, Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak turut mengomentari pelaporan yang dilakukan Panglima Komandan Patriot Revolusi (Kopatrev) Petrodes Mega MS Keliduan atau Mega terhadap Ruhut Sitompul ke Polda Metro Jaya.

Menurut Gilbert, tak ada unsur pidana yang perlu dilaporkan pihak pelapor terhadap Ruhut terkait foto Anies Baswedan. Sehingga, dia menilai kubu yang melapor hanya berusaha mencari kesalahan rekannya di PDIP.

 

“Kalau tidak ada pelanggaran yang jelas terjadi, kesannya terlalu dicari-cari (kesalahan,red),” kata Gilbert.

Menurut anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP itu, persoalan yang sebenarnya terjadi hanya perbedaan pandangan.

“Perbedaan itu tidak bisa dihindarkan dan sudah kodrat, sunatullah. Sebaiknya kalau ada perbedaan, disikapi dengan perenungan, kontemplasi atau tabayun. Kami akan lebih tenang menghadapinya,” kata Gilbert.

 sinpo

Komentar: