Olok Balik Megawati Kritik Ibu-ibu Rebutan Migor: Warganet: Gak Ada Empatinya Sama Wong Cilik
SinPo.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi bahan olokan warganet karena kritikanya terhadap ibu-ibu yang rela antre minyak goreng. Warganet menganggap ucapan Mega tersebut tidak pantas karena tak menunjukan rasa empati sama sekali.
Sejumlah netizen menyayangkan pernyataan Presiden ke-5 Republik Indonesia itu. Salah satunya datang dari akun @Safri***Am**11.
“Halo Bu MegaAku juga ngelus dodo loh, sampean bilang gitu. Oh iya sampean kan taunya cuma dapur politik saja yang kalau menggoreng dengan pengalihan isu. Coba sampean rasain jadi penjual makanan yang memang membutuhkan minyak buat memasak,” tulisnya.
“Masalahnya, bu Mega sejak kecil hidup di lingkungan istana. Bisa jadi ga merasakan masak di dapur. Lagi juga ibu-ibu yang beliau sebut itu jumlahnya banyak. Hari ini si A-C dapet minyak, si D-G ga dapet. Besoknya gantian. Lusanya beda orang lg,” sindir akun @cr**toge***s.
“Rakyat sengsara antri migor, skrg merana hrg migor meroket. Hrsnya simpatik kpd rakyat, ini koq mlh marahin rakyat. Ngakunya parte wong cilik! Jd klen para wong cilik msh pilih PDIP? Klo msh pilih jg dungu klen!,”sindir yang lainya.
“Rakyat ngantri ya karena presidennya dari partai PDIP,” sahut netizen lainnya.
“Ngakunya sih Partai Wong Cilik, Tapi Tidak ada Empati sama sekali pada wong cilik. Jika Rejim Ini berkuasai terus, Wong Cilik Makin semakin menjerit. Tolak Undur Pilpres, Tolak 3 periode, Tumbangksn PDIP, Satu suara #GantiOrde,” tambah yang lainya.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri mengaku mengelus dada melihat situasi kelangkaan minyak goreng di Indonesia. Dia mengatakan heran bukan karena minyak goreng yang sulit didapatkan atau harganya mahal.
"Saya tuh sampai ke ngelus dada, bukan urusan masalah enggak ada atau mahalnya minyak goreng. Saya itu sampai mikir, jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng? Sampai begitu rebutannya?" ujar Megawati dalam sebuah diskusi beberapa waktu yang lalu.
"Apa tidak ada cara untuk merebus, lalu mengukus atau seperti rujak?"lanjutnya.
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan agar melihat video Megawati secara utuh. Menurut Hasto, Megawati mengajak para ibu kreatif dalam memasak.
"Pernyataan Ibu Megawati saat webinar kemarin semestinya ditangkap substansinya secara utuh. Ibu Megawati ingin mendorong agar Ibu-ibu harus kreatif karena cara mengolah makanan itu tidak hanya digoreng tapi juga dikukus, direbus atau dibakar. Harus diingat Indonesia kaya akan kuliner Nusantara. Apalagi apalagi konteks webinar itu mengenai stunting yang penting untuk tumbuh kembangnya anak. Di mana gizi faktor penting dalam mencegah stunting dan Ibu itu sosok penting dalam keluarga. Jadi, perlu ditegaskan pesan Ibu Megawati itu jangan dipotong tapi didengar dan disimak secara utuh," kata Hasto kepada wartawan.
Hasto mengatakan Megawati justru sangat peduli terhadap harga sembako, termasuk minyak goreng dan cabai. Megawati pun pernah menyinggung kenaikan harga sembako di depan Presiden Jokowi.
"Ibu Megawati sangat peduli dengan harga sembako, termasuk minyak goreng dan cabai. Sehingga saat HUT partai 10 Januari 2022 lalu pun beliau saat berpidato yang juga didengar oleh Presiden Jokowi sudah menyinggung soal kenaikan harga sembako," ujarnya.

