Baru 12 Jam Menjabat, Perdana Menteri Wanita Pertama Swedia Mengundurkan Diri

  • Laporan:

SinPo.id - Perdana menteri wanita pertama Swedia dari partai Sosial Demokrat, Magdalena Andersson, memutuskan mengundurkan diri hanya kurang dari 12 jam menduduki jabatan tersebut setelah Partai Hijau keluar dari koalisi setelah parlemen menolak RUU anggaran koalisi.

Meski mengundurkan diri, Andersson mengatakan dia sudah menyampaikan kepada ketua parlemen bahwa dia berharap untuk diangkat sebagai perdana menteri lagi yang hanya didukung satu partai alias tanpa koalisi.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri," kata Andersson dalam konferensi pers.

"Saya siap menjadi perdana menteri lagi, yang hanya didukung satu partai, yakni pemerintahan Sosial Demokrat," tambahnya.

Soal keinginan Anderson, Partai Hijau mengatakan akan mendukungnya dalam setiap pemungutan suara baru di parlemen, sementara Partai Tengah berjanji untuk abstain, yang dalam praktiknya sama dengan mendukung pencalonannya. Partai Kiri juga mengatakan akan mendukungnya.

Andersson mengatakan bahwa “pemerintah koalisi harus mengundurkan diri jika sebuah partai memilih untuk meninggalkan pemerintah. Terlepas dari kenyataan bahwa situasi parlemen tidak berubah, itu perlu dicoba lagi.”

Penunjukan Andersson sebagai perdana menteri menandai tonggak sejarah bagi Swedia, yang selama beberapa dekade dipandang sebagai salah satu negara paling progresif di Eropa dalam hal hubungan gender, tetapi belum memiliki seorang wanita di posisi politik teratas.

Andersson telah ditunjuk untuk menggantikan Stefan Lofven sebagai pemimpin partai dan perdana menteri, peran yang dia lepaskan awal tahun ini.

Pada pemilihan sebelumnya, Andersson meraih 117 suara dukungan. Berbanding 174 yang menolaknya sebagai Perdana Menteri. Sementara 57 pemilik suara abstain dan satu politisi tidak hadir.

Di bawah Konstitusi Swedia, perdana menteri dapat ditunjuk dan memerintah dengan catatan tidak ditentang 175 anggota parlemen.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar