Pengamat LIPI: Baliho Tokoh Politik Saat Pandemi Tidak Bijaksana
SinPo.id - Baliho bergambar wajah para tokoh politik mulai terpampang menghiasi jalanan di sejumlah daerah.
Baliho-baliho tersebut di antaranya adalah wajah tokoh politik seperti Puan Maharani (Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai PDI Perjuangan), Airlangga Hartarto (Ketua Umum Partai Golkar), serta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.
Menanggapi hal itu, Pakar Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati mengatakan langkah menebar baliho merupakan strategi untuk mengangkat nama para politisi di ruang publik.
"Saya pikir itu bagian dari strategi tebar pesona yang mencoba untuk mengangkat nama para politisi itu agar viral di ruang publik. Hal ini dinilai sebagai bentuk alat katrol politik dimana strategi tebar pesona di tengah kondisi pandemi dinilai mampu menguatkan citra diri," kata Wasisto saat dihubungi SinPo, Selasa (10/8).
Wasisto menuturkan pemasangan baliho dinilai masih efektif alat promosi yang cukup dalam memasarkan suatu produk karena tampilan visual yang besar sehingga mampu menarik perhatian konsumen.
"Baliho sejauh ini adalah alat promosi yang cukup efektif dalam memasarkan suatu produk karena tampilan visual yang besar sehingga mampu menarik perhatian konsumen. Logika itu pula yang dipakai oleh politisi dengan menggunakan baliho karena mereka berharap adanya promosi nama dan slogan yang secara psikologis bisa mempengaruhi pilihan pemilih," ujar Wasisto.
Namun saat kondisi pandemi seperti ini rakyat sedang susah, menurut Wasisto jika dilihat dari etika politik perilaku para elit tersebut kurang arif dan kurang bijak.
"Tentu kalau dinilai secara etika politik, perilaku para elit tersebut sebenarnya kurang arif dan kurang bijak karena masyarakat 'dipaksa' untuk memberi perhatian kepada mereka via baliho itu di saat masyarakat kini tengah dilanda pandemi," tutur Wasisto.

