Dimintai Uang 1 Miliar Dari Orang Yang Mengaku KPK, Penyidik Gali Pengakuan Walikota Cimahi

  • Laporan:

SinPo.id - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami pengakuan Walikota Cimahi nonaktif, Ajay Muhammad Priatna soal pernah dimintai uang Rp 1 miliar oleh pihak yang mengaku dari KPK.

Pengakuan Ajay didalami penyidik KPK dengan memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Dikdik Suratno; Kepala Dinas PMPTSP Kota Cimahi, Hella Haerani; Kadis PUPR Kota Cimahi, Meity Mustika, Kadis Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Muhammad Roni dan Asisten ekonomi pembangunan Kantor Wali Kota Cimahi, Ahmad Nuryana.

"Diperiksa dan dikonfirmasi antara lain terkait pengetahuan para saksi mengenai adanya informasi dugaan pengurusan permasalahan hukum Ajay M Priatna oleh pihak yang mengaku penyidik KPK," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (6/5).

Kendati demikian, pemeriksaan terhadap kelimanya bukan untuk perkara kasus suap Rp 1,6 miliar terkait proyek pembangunan RSU Kasih Bunda yang melilit Ajay, melainkan untuk penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju (SRP).

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SRP," kata Ali.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar