BKSAP DPR Sosialisasi Fungsi Diplomasi Parlemen

BKSAP

Oleh: Ria
Minggu, 14 Februari 2021 | 13:07 WIB
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam acara BKSAP Day di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/2/2021). Acara tersebut di pimpin oleh Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam acara BKSAP Day di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/2/2021). Acara tersebut di pimpin oleh Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon.

sinpo.JAKARTA, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyelenggarakan BKSAP Day di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/2/2021). Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon menjelaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka mengenalkan fungsi diplomasi parlemen yang dijalankan BKSAP DPR RI kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kota Depok.  

“Jadi, tentu kita ingin mensosialisasikan sekaligus networking dalam rangka untuk kerja sama ke depan di berbagai bidang, termasuk dengan Pemerintah Kota Depok, karena seperti kata Bung Hatta, tugas diplomasi itu adala bukan tugas dari kementerian luar negeri saja, tapi tugas dari semua komponen masyarakat,” kata Fadli.  

Fungsi diplomasi parlemen yang dijalankan BKSAP DPR RI sebagai salah datu badan di DPR RI tersebut untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan politik luar negeri. Peran diplomasi DPR RI dijalankan dalam kerangka representasi rakyat dan mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.  

Menurut Fadli, urgensi dari sosialisasi ini selain untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, kegiatan BKSAP Day ini juga dilakukan guna membangun jaringan sinergi antara DPR RI dengan masyarakat.

“Ada istilahnya itu multi track dimplomacy. Nah Ini kata Bung Hatta, ini tugas bagi semua komponen bangsa. Untuk apa? Untuk kepentingan nasional kita di berbagai bidang,” jelas politisi Gerindra itu.

Ia mengatakan, BKSAP bisa menyampaikan dan menjembatani aspirasi dan kepentingan Pemerintah Kota Depok, universitas, dan perguruan tinggi dengan negara lain.

“Gerak parlemen itu lebih luwes, sebenarnya. Karena kita bisa bicara dengan anggota parlemen itu lebih bebas, tidak terikat dengan suatu kekakuan pergaulan protokoler dari diplomat karier. Tapi karena kami mewakili rakyat, mewakili masyarakat, tentu akan lebih bebas bicara dengan negara negara lain,” pungkasnya.  sinpo

Komentar: