India Panggil Diplomat AS Usai Serangan ke Kapal dengan Awak India di Oman
SinPo.id - Pemerintah India memanggil seorang diplomat senior Amerika Serikat setelah kapal berbendera Palau yang membawa 24 pelaut India diserang oleh pasukan AS di perairan Oman, Selasa 10 Juni 2026. Insiden tersebut menyebabkan tiga pelaut India hilang, sementara 21 lainnya berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Oman.
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi telah memanggil Jason Meeks, Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar AS di New Delhi, untuk meminta penjelasan resmi terkait serangan terhadap kapal Settebello.
Menurut Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), serangan dilakukan sebagai “serangan presisi” karena kapal tanker kimia dan produk minyak itu diduga mengangkut minyak Iran dan tidak mematuhi instruksi pasukan AS. Kapal sempat melaporkan kebakaran di ruang mesin sekitar 20 mil laut dari pelabuhan Sohar, Oman.
India mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut penghentian serangan terhadap kapal komersial maupun infrastruktur sipil di kawasan. “Targeting of commercial shipping and civilian infrastructure in the region must end,” tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri India.
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, juga mengecam insiden ini. “Ini benar-benar tidak dapat diterima. Pikiran saya bersama keluarga tiga pelaut yang hilang dan seluruh awak yang menunggu kabar,” ujarnya.
Insiden ini menambah ketegangan diplomatik, di tengah blokade laut yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump sejak April untuk menekan Iran. Kebijakan tersebut telah mengurangi ekspor minyak Iran, namun juga menimbulkan dampak negatif bagi sekutu Washington, termasuk India.
Tekanan politik dalam negeri terhadap pemerintah India semakin meningkat, setelah oposisi menuntut sikap tegas terhadap AS. Sebelumnya, dua kapal berbendera India juga pernah diserang sejak perang AS–Israel melawan Iran dimulai pada Februari lalu.
Pemerintah India memanggil seorang diplomat senior Amerika Serikat setelah kapal berbendera Palau yang membawa 24 pelaut India diserang oleh pasukan AS di perairan Oman, Selasa (10/6/2026). Insiden tersebut menyebabkan tiga pelaut India hilang, sementara 21 lainnya berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Oman.
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi telah memanggil Jason Meeks, Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar AS di New Delhi, untuk meminta penjelasan resmi terkait serangan terhadap kapal Settebello.
Menurut Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), serangan dilakukan sebagai “serangan presisi” karena kapal tanker kimia dan produk minyak itu diduga mengangkut minyak Iran dan tidak mematuhi instruksi pasukan AS. Kapal sempat melaporkan kebakaran di ruang mesin sekitar 20 mil laut dari pelabuhan Sohar, Oman.
India mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut penghentian serangan terhadap kapal komersial maupun infrastruktur sipil di kawasan. “Targeting of commercial shipping and civilian infrastructure in the region must end,” tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri India.
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, juga mengecam insiden ini. “Ini benar-benar tidak dapat diterima. Pikiran saya bersama keluarga tiga pelaut yang hilang dan seluruh awak yang menunggu kabar,” ujarnya.
Insiden ini menambah ketegangan diplomatik, di tengah blokade laut yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump sejak April untuk menekan Iran. Kebijakan tersebut telah mengurangi ekspor minyak Iran, namun juga menimbulkan dampak negatif bagi sekutu Washington, termasuk India.
Tekanan politik dalam negeri terhadap pemerintah India semakin meningkat, setelah oposisi menuntut sikap tegas terhadap AS. Sebelumnya, dua kapal berbendera India juga pernah diserang sejak perang AS–Israel melawan Iran dimulai pada Februari lalu.
