Drone Ukraina Hantam Pelabuhan Mariupol dan Kilang Minyak Rusia, Museum Sevastopol Terbakar

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45 WIB
drone (pixabay)
drone (pixabay)

SinPo.id -  Serangan drone Ukraina kembali mengguncang wilayah pendudukan Rusia. Pada Rabu 10 Juni 2026, Ukraina melancarkan serangan ke sejumlah titik strategis, termasuk museum bersejarah Panorama Pertahanan Sevastopol di Crimea yang dianeksasi, pelabuhan Mariupol di Donetsk, serta kilang minyak di wilayah Rusia.

Gubernur Sevastopol yang ditunjuk Rusia, Mikhail Razvozhayev, mengumumkan melalui Telegram bahwa bangunan museum rusak parah akibat serangan. “Drone merusak bangunan panorama ‘Pertahanan Sevastopol 1854-1855’; atapnya terbakar. Bangunan ini bukan sekadar museum, melainkan simbol ketahanan,” ujarnya.

Di Mariupol, militer Ukraina menyebut serangan drone telah mengenai sejumlah fasilitas penting pelabuhan, termasuk substation listrik, radar, menara kontrol, serta tangki bahan bakar. Serangan ini disebut “secara signifikan membatasi kapasitas Mariupol sebagai pusat logistik perang Rusia.”

Sementara itu, otoritas Crimea memotong jadwal kereta malam setelah serangan drone sebelumnya menewaskan seorang asisten masinis dan melukai masinis kereta penumpang rute Moskow–Simferopol.

Serangan juga menjangkau wilayah Rusia lebih dalam. Di Samara, kilang minyak Kuibyshev dilaporkan terbakar setelah dihantam puluhan drone. Di Rostov, Vladimir, hingga kawasan industri Ural, sejumlah fasilitas sipil dan industri turut terbakar akibat jatuhnya puing drone.

Di sisi lain, serangan balasan Rusia menewaskan sedikitnya satu orang di Kherson, serta melukai 25 lainnya di berbagai kota Ukraina termasuk Dnipro, Sumy, Kharkiv, Zaporizhia, dan Odesa.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udara berhasil menghancurkan lebih dari 300 drone Ukraina dalam semalam, termasuk belasan yang menuju Moskow.

Situasi ini menambah ketegangan di tengah upaya diplomasi yang kembali buntu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mengusulkan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, namun ditolak Kremlin.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI