KPPI Hentikan Perpanjangan BMTP Evaporator, Industri Dinilai Tak Lagi Alami Kerugian Serius
SinPo.id - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) resmi menghentikan penyelidikan perpanjangan kedua BMTP atas impor barang evaporator tipe roll bond dan tipe fin yang bagian dari lemari pendingin, lemari pembeku, dan perlengkapan pendingin atau pembeku lainnya. Alasannya, didasarkan pada hasil penyelidikan yang menyimpulkan bahwa PT Fujisei Metal Indonesia sebagai pemohon tidak lagi mengalami kerugian serius maupun ancaman kerugian serius.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, terjadi peningkatan indikator kinerja pemohon selama periode 2015-2025 yang mencakup volume produksi, volume penjualan, kapasitas terpasang, kapasitas terpakai, jumlah tenaga kerja, dan laba operasional," kata Ketua KPPI Julia Gustaria Silalahi, dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.
Julia menilai, konsistensi pemulihan kinerja selama periode penerapan pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) awal (2020-2022) dan pengenaan perpanjangan BMTP pertama (2023-2025) menunjukkan, tindakan pengamanan perdagangan (safeguard) telah efektif memberikan kesempatan pemohon untuk melakukan penyesuaian struktural (structural adjustment) sebagaimana dimaksud dalam Article 7.1 WTO AoS dan Pasal 88 ayat (3) PP 34/2011.
"Secara khusus, pada periode penyelidikan perpanjangan kedua (2023-2025), kinerja pemohon menunjukkan keadaan yang relatif stabil dan masih mendapatkan laba, bahkan mengalami peningkatan impor," kata Julia.
Sejak dikenakan BMTP pada 2020-2025, lanjut Julia, pemohon telah hampir sepenuhnya menyelesaikan komitmen program penyesuaian struktural dengan tingkat realisasi rata-rata sebesar 97,22 persen.
Adapun BMTP merupakan pungutan negara untuk memulihkan kerugian serius atau mencegah ancaman kerugian serius yang diderita oleh produsen/industri dalam negeri sebagai akibat lonjakan jumlah barang impor terhadap barang sejenis atau barang yang secara langsung bersaing.
"BMTP bertujuan agar produsen/industri dalam negeri yang mengalami kerugian serius atau ancaman kerugian serius dapat melakukan penyesuaian yang diperlukan," kata Julia.
