Kenaikan Harga Pertamax Diprediksi Picu Inflasi, DPR: Pemerintah Sedang Rumuskan Stimulus

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 10 Juni 2026 | 14:31 WIB
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun (SinPo.id/Galuh Ratnatika)
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun (SinPo.id/Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memperkirakan penyesuaian harga Pertamax berpotensi mendorong kenaikan inflasi. Namun, besaran dampak inflasi yang akan ditimbulkan masih dalam tahap penghitungan oleh pemerintah dan pihak terkait.

“Pasti kalau kenaikan BBM biasanya selalu akan diikuti dengan kenaikan inflasi, pasti. Berapa persennya, sekiannya itu kita belum tahu," kata Misbakhun, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

"Karena kan Pertamax ini kan lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Bukan BBM industri yang biasanya memberikan tekanan yang paling berat itu kan adalah BBM industri,” imbuhnya.

Ia menilai perubahan harga Pertamax juga dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Sebagian pengguna berpotensi beralih ke BBM dengan harga yang lebih rendah, seperti Pertalite, sebagai respons atas kenaikan harga.

“Begitu harga naik, orang kan mencari harga yang paling rendah. Untuk kalkulasinya, itu kan belum kita lakukan eksersisnya. Lebih dalam, sudah dilakukan penghitungan-penghitungan, nanti akan kita lihat impactnya seperti apa," ungkapnya.

"Pemerintah kan sempat melakukan penundaan. Melakukan penundaan, ketika Pertamax Plus dan Pertamax yang Turbo itu kan sudah dinaikkan. Tapi kan Pertamax-nya kan belum. Nah sekarang kan Pertamax mulai dilakukan penyesuaian harga,” kata Misbakhun menambahkan.

Sementara terkait langkah antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan kenaikan inflasi, pihaknya mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membahas berbagai opsi stimulus dan insentif yang dapat diberikan kepada masyarakat terdampak.

Menurutnya, pembahasan mengenai skema bantuan tersebut telah dilakukan dan saat ini masih dalam tahap perumusan serta penghitungan dampak.

Selain itu, kata Misbakhun, pemerintah juga telah mendiskusikan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok pengguna Pertamax yang dinilai memiliki kedekatan karakteristik dengan pengguna Pertalite.

“Yang pasti biasanya masyarakat yang menggunakan Pertamax itu kan masyarakat-masyarakat yang berimpitan dengan Pertalite. Nah kita ingin pastikan apa sih yang mereka butuhkan sebagai stimulus,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI