Trump Tuduh Iran Tembak Jatuh Helikopter AS di Hormuz, Janji Serangan Balasan

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 | 07:55 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/AP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (SinPo.id/AP)

SinPo.id -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh sebuah helikopter militer AS jenis Apache di atas Selat Hormuz pada Senin malam 8 Juni 2026. Meski kedua pilot berhasil diselamatkan tanpa cedera, Trump menegaskan bahwa Washington “harus, dengan segala keperluan, merespons serangan ini.”

Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut insiden tersebut sebagai bukti agresi Iran yang semakin berani. Pernyataan ini berpotensi mengguncang gencatan senjata yang disepakati pada 8 April lalu, yang sudah rapuh akibat serangkaian bentrokan di kawasan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi helikopter jatuh dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung. “Kedua prajurit berhasil dievakuasi dalam waktu sekitar dua jam dan kini dalam kondisi stabil,” tulis CENTCOM.

Ketegangan meningkat setelah militer AS sebelumnya menonaktifkan sebuah kapal tanker minyak Iran di Teluk. Sementara itu, konflik antara Iran dan Israel juga kembali memanas: Iran meluncurkan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan udara di Beirut, dan Israel merespons dengan serangan langsung ke wilayah Iran.

Trump menekankan bahwa jalur diplomasi tetap terbuka, namun serangan langsung terhadap pasukan AS dianggap sebagai eskalasi serius. Iran sendiri belum mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter tersebut.

Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa negaranya siap kembali berperang jika AS melanggar komitmen gencatan senjata. “Kami lebih fasih berbicara dengan bahasa lain selain diplomasi,” tulisnya di X.

Dengan meningkatnya serangan balasan di Teluk dan ancaman terbuka dari kedua pihak, masa depan gencatan senjata kini berada di ujung tanduk.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI