Israel Gempur Kota Tyre, Abaikan Peringatan Iran

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026 | 02:58 WIB
Pasukan militer Israel (SinPo.id/Al Jazeera)
Pasukan militer Israel (SinPo.id/Al Jazeera)

SinPo.id -  Israel kembali melancarkan serangan udara ke kota pesisir Tyre, Lebanon, meski telah diperingatkan oleh Iran untuk menghentikan operasi militer di negara tersebut. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya delapan orang tewas dan 32 lainnya luka-luka akibat serangan pada Selasa 9 Juni 2026.

Asap tebal membubung di atas Tyre setelah serangan yang menyasar kawasan permukiman, termasuk distrik al-Massaken al-Shaabiya dan al-Raml. Untuk pertama kalinya, militer Israel juga memerintahkan evakuasi warga dari wilayah Kristen di kota tersebut, dengan alasan adanya aktivitas Hezbollah. Ribuan warga pun mengungsi ke arah utara, menimbulkan kemacetan panjang di jalan utama.

Serangan ini terjadi hanya sehari setelah Israel dan Iran sepakat menghentikan serangan timbal balik pasca gempuran di Beirut. Namun, Israel menegaskan akan tetap melanjutkan kampanye militernya terhadap Hezbollah, meski Iran mengancam akan kembali menyerang Israel jika operasi di Lebanon tidak dihentikan.

Selain di Tyre, serangan Israel juga dilaporkan menewaskan dua orang di Kfar Roummane dekat Nabatieh. Sementara itu, Hezbollah mengklaim telah meluncurkan roket dan drone ke beberapa posisi militer Israel di perbatasan selatan.

Konflik ini semakin menyulitkan upaya Presiden AS Donald Trump untuk menengahi kesepakatan damai antara Washington, Israel, dan Iran. Sejak awal Maret, perang telah menewaskan lebih dari 3.600 orang di Lebanon, sementara Israel melaporkan 30 tentara dan empat warga sipil tewas di kedua sisi perbatasan.

Dengan eskalasi terbaru di Tyre, gencatan senjata yang rapuh tampak kembali berada di ambang kehancuran.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI