Anthony Leong: HIPMI Dibangun di Atas Fondasi Moral dan Persaudaraan
SinPo.id - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, berkomitmen untuk terus menjalankan kampanye positif, mengedepankan pertukaran gagasan, serta menjaga persatuan dan kekeluargaan di tubuh HIPMI selama proses pemilihan berlangsung. Terlebih, seluruh kandidat merupakan saudara yang memiliki tujuan yang sama, membesarkan organisasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan dunia usaha.
"Sejak awal saya berkomitmen menjalankan positive campaign. Semua kandidat adalah saudara dan sahabat yang memiliki kecintaan yang sama terhadap HIPMI. Karena itu, yang harus dikedepankan adalah adu gagasan, adu program, dan adu visi untuk kemajuan organisasi, bukan saling menjatuhkan," ujar Anthony Leong dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.
Anthony menjelaskan, HIPMI sejak awal berdiri tidak hanya dibangun sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga wadah kaderisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, integritas, dan persaudaraan antaranggota. Nilai tersebut harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap dinamika organisasi, termasuk dalam proses kontestasi kepemimpinan.
"Fondasi moral merupakan kekuatan utama HIPMI. Kita boleh berkompetisi, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi tidak boleh kehilangan rasa hormat satu sama lain. Karena pada akhirnya, HIPMI adalah rumah besar yang menyatukan kita semua," kata Anthony.
Dia menilai, semangat persahabatan dan persaudaraan yang selama ini terbangun di HIPMI merupakan modal sosial yang sangat berharga. Oleh sebab itu, seluruh kader harus menjaga tradisi organisasi yang menempatkan kebersamaan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Di HIPMI kami diajarkan bahwa sahabat tetap sahabat, saudara tetap saudara. Kontestasi hanya berlangsung sesaat, tetapi persaudaraan berlangsung selamanya. Nilai inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi pengusaha berikutnya," tegasnya.
Anthony juga mengingatkan tantangan yang dihadapi dunia usaha ke depan jauh lebih besar dibandingkan perbedaan yang muncul dalam sebuah kontestasi. Mulai dari ketidakpastian ekonomi global, transformasi digital, persaingan usaha yang semakin ketat, hingga kebutuhan menciptakan lapangan kerja bagi jutaan generasi muda Indonesia. Untuk itu, HIPMI membutuhkan energi positif dan kolaborasi seluruh kader dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.
Anthony memastikan akan terus fokus menyampaikan visi dan program kerja dibandingkan menyerang kandidat lain. Ia meyakini, anggota HIPMI menginginkan pemimpin yang mampu menawarkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan ekonomi nasional dan dunia usaha.
Anthony mengusung visi menjadikan HIPMI sebagai organisasi pengusaha yang lebih kuat, inklusif, modern, berintegritas, dan berdaya saing global. Visi tersebut diwujudkan melalui misi mempercepat lahirnya pengusaha-pengusaha baru, memperkuat kapasitas anggota, mendorong transformasi digital, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta memperkuat kolaborasi antara pengusaha dan pemerintah.
Menurut Anthony, seluruh agenda tersebut hanya dapat diwujudkan apabila HIPMI tetap berdiri di atas nilai-nilai moral yang kuat.
"Sebagaimana saya sampaikan dalam debat kandidat, fundamental ekonomi yang kuat harus ditopang oleh fondasi moral yang kuat. Prinsip yang sama berlaku di HIPMI. Organisasi yang besar harus dibangun dengan integritas, etika, kepercayaan, dan persaudaraan yang kokoh," tukasnya.

