CFD Rasuna Said Dimanfaatkan Pemprov DKI untuk Edukasi Pilah Sampah
SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan pelaksanaan perdana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu, 7 Juni 2026, untuk mengampanyekan gerakan pilah sampah dari sumber.
Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi, kawasan HBKB baru tersebut diisi dengan Parade Pilah Sampah sepanjang 1,8 kilometer di kawasan Epicentrum Rasuna Said. Kegiatan itu melibatkan komunitas, pegiat lingkungan, perangkat daerah, badan usaha milik daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemerintah ingin menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat, bukan sekadar memenuhi aturan pemerintah.
“Apa yang ingin kami lakukan adalah menjadikan pilah sampah sebagai perilaku sehari-hari masyarakat. Bukan hanya karena ada Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, tetapi memang menjadi gerakan bersama. Pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing,” kata Pramono di sela kegiatan HBKB Rasuna Said, Minggu, 7 Juni 2026.
Untuk mendukung kampanye tersebut, kata dia, Pemprov DKI menyediakan 30 tempat sampah terpilah, dua truk sampah anorganik, sarana penimbangan sampah, serta menempatkan petugas kebersihan di area kegiatan.
Menurut Pramono, pemilihan kawasan Rasuna Said sebagai lokasi baru HBKB tidak hanya bertujuan menyediakan alternatif ruang publik bagi warga Jakarta, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan.
Dia menilai kawasan Kuningan memiliki potensi berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat karena didukung akses transportasi publik dan lingkungan yang nyaman.
“Hari ini Pemprov DKI Jakarta secara resmi memulai kegiatan Car Free Day di Jalan Rasuna Said atau Kuningan. Sebagian besar, hampir 95 hingga 96 persen masyarakat yang saya temui mengharapkan Car Free Day ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Duta Pilah Sampah DKI Jakarta, Cinta Laura, mengatakan persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Menurut dia, masyarakat perlu mengubah kebiasaan dan mengambil tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
“Sebagai generasi muda, kita sering mengeluh tentang jalanan yang kotor, polusi udara, atau persoalan sampah. Namun, yang seharusnya kita lakukan bukan menyalahkan, melainkan mengubah kebiasaan dan menyadari bahwa kita juga bagian dari masalah yang harus ikut memberikan solusi,” kata Cinta.
Dia menambahkan sampah tidak selesai ketika dibuang ke tempat sampah. Warga perlu memastikan sampah dipilah agar dapat dikelola dan didaur ulang secara optimal.
“Kehadiran saya di sini untuk mengingatkan semua orang, terutama generasi muda, agar memiliki tanggung jawab dan secara konsisten melakukan hal-hal baik. Dengan begitu, kita bisa melihat perubahan nyata di Kota Jakarta,” ujar Cinta.
